Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menata kawasan Jalan Lingkar Kampus UIN Ar-Raniry di Gampong Rukoh. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh mulai melakukan penataan kawasan Jalan Lingkar Kampus UIN Ar-Raniry di Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Sabtu (6/6/2026). Langkah awal penataan ditandai dengan penertiban sejumlah bangunan dan kios yang selama ini berdiri di atas saluran drainase serta memanfaatkan ruang milik jalan.
Kegiatan tersebut melibatkan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh bersama sejumlah organisasi perangkat daerah, unsur kecamatan, aparatur gampong, serta pihak terkait lainnya. Proses penertiban berlangsung tertib dan kondusif. Sebagian bangunan dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya, sementara sisanya ditertibkan dengan bantuan alat berat yang disiapkan pemerintah.
Penertiban ini merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan dan peningkatan Jalan Utama Rukoh yang dalam waktu dekat akan mulai dikerjakan. Kawasan tersebut menjadi salah satu koridor strategis di Banda Aceh karena menghubungkan kawasan permukiman, pusat pendidikan, serta berbagai aktivitas masyarakat di Kecamatan Syiah Kuala.
Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, menegaskan bahwa penertiban bukan dilakukan secara mendadak. Pemerintah telah melalui berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, pendataan, hingga pemberian surat peringatan kepada para pemilik bangunan.
“Ketika ada bangunan yang berdiri di lokasi yang tidak diperbolehkan, apalagi di atas saluran drainase, tentu harus dilakukan penertiban. Tahapan ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari dan prosesnya telah berlangsung cukup lama,” ujar Rizal.
Baca juga: Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Kanopi Liar di Jalan Malahayati
Menurutnya, pendekatan yang ditempuh pemerintah lebih mengedepankan komunikasi dan langkah persuasif sehingga proses penataan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan tertib. Masyarakat memahami bahwa penataan ini dilakukan untuk kepentingan bersama dan mendukung pembangunan kawasan ke depan,” katanya.
Penataan kawasan Rukoh menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menghadirkan infrastruktur perkotaan yang lebih baik sekaligus mendukung perkembangan kawasan pendidikan yang terus tumbuh di wilayah tersebut.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan penataan kawasan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Kawasan Rukoh merupakan salah satu wajah penting Kota Banda Aceh karena menjadi pusat aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penataannya harus dilakukan secara menyeluruh agar lebih teratur, nyaman, dan mendukung mobilitas warga,” ujarnya.
Baca juga: Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Malahayati
Illiza menambahkan bahwa pembangunan kota harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari aspek keselamatan, kenyamanan, maupun kualitas lingkungan.
“Kita ingin ruang-ruang publik berfungsi sebagaimana mestinya. Drainase harus berjalan baik, pejalan kaki memiliki ruang yang aman, dan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan nyaman. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Banda Aceh yang lebih tertata dan berkelanjutan,” kata Illiza.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Gampong Rukoh, para pedagang, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses penataan kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh