ACEH - Pemerintah Aceh Besar berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga bahan pokok di pasar.
“Pemerintah Aceh Besar mendukung stabilitas ekonomi dengan strategi yang telah dicanangkan dan dievaluasi setiap minggu. Kami siap menjaga stabilitas pasokan barang sekaligus mengendalikan harga bahan pokok di pasaran,” tutur Asisten II Sekdakab Aceh Besar, HM Ali, S.Sos., M.Si., didampingi unsur Forkopimda dan kepala OPD.
Hal itu disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., yang mewakili Sekjen Kemendagri RI, Komjen Pol. Dr. Tomsi Tohir, M.Si., pada Selasa (29/7/2025).
Rakor ini merupakan bagian dari langkah pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional, khususnya di tengah dinamika global dan tantangan domestik yang berdampak pada harga kebutuhan pokok serta daya beli masyarakat.
Baca juga: Harga Beras Naik? Tenang, Aceh Besar Subsidi 4,9 Ton Beras Premium
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menegaskan komitmennya dalam menangani inflasi daerah dengan menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk terus melakukan langkah-langkah pengendalian yang efektif.
“Kami meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk terus melakukan inovasi agar kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga,” ujar HM Ali.
Dalam kesempatan nasional tersebut, Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung berbagai kebijakan, termasuk pengendalian inflasi melalui upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di pasar.
Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan mampu mendorong investasi serta mengembangkan sektor-sektor produktif sebagai bagian dari strategi mempertahankan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Untuk diketahui, secara nasional, provinsi dengan inflasi tertinggi pada 10 Juni adalah Papua Selatan hingga Lampung dengan angka inflasi sebesar 1,87%. Sementara 10 provinsi dengan inflasi terendah kami ucapkan terima kasih atas kinerjanya,” ucap Tomsi.
Baca juga: Bantuan Beras CBP, Warga Sabang Auto Hemat Belanja Bulanan
Pada sesi evaluasi, turut dibahas konstruksi dan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan program pembangunan 3 juta rumah. Program ini merupakan salah satu agenda strategis nasional untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS), Puji Ismartini, menjelaskan bahwa berdasarkan data historis empat bulan terakhir, bulan Juli biasanya didominasi oleh tren inflasi, termasuk pada Juli 2024.
“Pada Juli 2021, 2022, dan 2023, komponen yang mengalami inflasi tertinggi adalah komponen bergejolak. Namun, pada Juli 2024, komponen bergejolak justru mengalami deflasi,” terang Puji.
Dengan komitmen yang terus ditegaskan, Pemerintah Aceh Besar optimistis mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika ekonomi. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, TPID, serta berbagai instansi terkait diharapkan dapat menciptakan langkah-langkah konkret untuk mengendalikan inflasi, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Acehbesarkab.go.id