Keceriaan ribuan anak PAUD memenuhi Hutan Kota Tibang dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH - Gelak tawa dan sorak sorai anak-anak menggema di Taman Hutan Kota Tibang, Banda Aceh, Sabtu (18/7/2026). Sekitar 2.000 murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari seluruh kecamatan di Kota Banda Aceh memadati kawasan tersebut dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bertajuk “Jejak Si Kecil di Hutan Kota Bersama Bunda PAUD.”
Momentum tersebut menghadirkan suasana belajar yang berbeda. Hutan kota tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga berubah menjadi ruang edukasi terbuka yang mengajak anak-anak mengenal lingkungan, bereksplorasi, serta belajar melalui pengalaman langsung di alam.
Kegiatan ini dihadiri Bunda PAUD Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Ketua TP PKK Kota Banda Aceh Dessy Maulidha, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, Ketua Pokja Bunda PAUD sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banda Aceh Siti Hajar Jalaluddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulaiman, para camat, Bunda PAUD kecamatan, serta jajaran pemerintah kota.
Sejak pagi, kawasan Hutan Kota Tibang dipenuhi antusiasme para peserta. Penampilan Barongsai dari Yayasan Hakka Aceh membuka rangkaian acara dan berhasil memikat perhatian ribuan anak. Tepuk tangan dan sorak gembira mengiringi setiap atraksi yang ditampilkan.
Keceriaan berlanjut saat musik senam mulai diperdengarkan. Ribuan anak mengikuti setiap gerakan dengan penuh semangat. Di tengah barisan peserta, Illiza turut memimpin senam bersama, menciptakan suasana hangat yang membuat anak-anak semakin antusias mengikuti kegiatan.
Usai senam, para peserta diajak melakukan penanaman pohon bersama Bunda PAUD, guru, dan para pendamping. Dengan penuh semangat, anak-anak menanam bibit, menutupnya dengan tanah, lalu menyiramnya bersama-sama.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi simbol penghijauan, tetapi juga sarana menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Setiap bibit yang ditanam diharapkan menjadi lambang tumbuhnya generasi Banda Aceh yang berkarakter, peduli lingkungan, dan memberi manfaat bagi sesama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi stan edukasi yang disiapkan oleh satuan PAUD dari masing-masing kecamatan. Beragam aktivitas berbasis sains, seni, budaya, hingga lingkungan diperkenalkan kepada anak-anak melalui metode belajar yang menyenangkan.
Di stan Kecamatan Baiturrahman, peserta diajak menyaksikan eksperimen perubahan warna bunga telang. Kecamatan Lueng Bata memperkenalkan teknik ecoprint menggunakan dedaunan, sementara Kecamatan Ulee Kareng menghadirkan eksperimen perpaduan warna yang memancing rasa ingin tahu anak-anak.
Baca juga: Seru! Ratusan Anak PAUD Ramaikan Hari Anak Nasional di Hutan Kota Tibang Banda Aceh
Kecamatan Kuta Alam mengajak peserta melukis menggunakan bahan-bahan alami. Kecamatan Syiah Kuala memperkenalkan manfaat tanaman obat, khususnya daun sirih. Sementara itu, Kecamatan Kuta Raja menampilkan proses pembuatan pewarna alami dari tumbuhan, Kecamatan Jaya Baru mengajarkan keterampilan menganyam sederhana, dan Kecamatan Banda Raya memperkenalkan minuman tradisional bandrek sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.
Di setiap stan, anak-anak tampak aktif mencoba berbagai permainan edukatif sambil belajar mengenal alam dan budaya dengan cara yang menyenangkan.
Di sela kegiatan, Bunda PAUD Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus.
“PAUD adalah sahabat tumbuh kembang anak. Alam merupakan ruang belajar yang kaya akan pengalaman, mengajarkan rasa ingin tahu, kepedulian, serta kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua dan guru untuk terus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui lingkungan sekitar. Menurutnya, anak-anak akan lebih mudah memahami berbagai nilai kehidupan ketika diberi kesempatan bermain, bereksplorasi, dan berinteraksi langsung dengan alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh