Jumat, 29 AGUSTUS 2025 • 11:08 WIB

Blok Andaman Dibahas Serius, Siap Dongkrak Ekonomi Lhokseumawe 20 Tahun ke Depan

Author

Pertemuan strategis Pemko Lhokseumawe, SKK Migas & Mubadala Energy bahas pengembangan Blok Andaman. (Dok : Lhokseumawekota.go.id)

ACEH - Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama SKK Migas dan Mubadala Energy menggelar pertemuan strategis di Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Pertemuan ini membahas rencana pengembangan Blok Andaman yang diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Aceh, khususnya bagi masyarakat Lhokseumawe.

Hadir dalam pertemuan tersebut Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH.; Wakil Presiden HSSE & AI serta Kemitraan Mubadala Energy, Widi Hernowo; Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, CW Wicaksono; Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, George M. Sumanjuntak; Kukuh dari Divisi UPP SKK Migas; Komisaris Independen PT Semen Baturaja Tbk sekaligus Penasihat Migas Gubernur Aceh, Chowadja Sanova; serta Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL), Habibillah.

Mubadala Energy menyampaikan rencana memulai Front End Engineering Design (FEED) pada Juni 2026, yaitu tahap akhir sebelum penetapan keekonomian produksi. Perusahaan juga berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui program AFS Global STEM Innovators 2025, pelatihan kapasitas bersama instansi terkait, peningkatan layanan kesehatan, serta penyediaan lapangan kerja.

Baca juga: Wali Kota Lhokseumawe Raih BAZNAS Award 2025, Bukti Serius Dukung Gerakan Zakat

“Kami ingin memastikan seluruh kegiatan pengembangan berjalan sesuai standar teknis sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lhokseumawe,” ujar Widi Hernowo.

SKK Migas menegaskan komitmen untuk mengawal penuh setiap tahapan pengembangan Blok Andaman, mulai dari pelibatan BUMD pasca-FEED, penguatan kelembagaan, pengamanan lokasi produksi, hingga pemetaan tenaga kerja.

Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh Mubadala juga menjadi fokus utama guna menjamin keberlanjutan kegiatan serta perlindungan masyarakat dan lingkungan.

“Blok Andaman harus memberi efek berganda jangka panjang, minimal 20 hingga 30 tahun, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata CW Wicaksono.

Baca juga: Cegah Inflasi, Pemko Lhokseumawe & BI Gelar High Level Meeting Jelang Maulid

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, menyambut baik sinergi ini dan meminta perusahaan menyampaikan laporan perkembangan secara rutin, sehingga kendala di lapangan dapat segera diatasi. Ia menekankan pentingnya penguatan SDM lokal sebagai modal utama masa depan Lhokseumawe.

Pemko Lhokseumawe dan Mubadala Energy juga sepakat memastikan keterlibatan tenaga kerja lokal, agar putra-putri daerah dapat berperan aktif dalam pengembangan Blok Andaman.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PTPL, Habibillah, menambahkan bahwa SKK Migas dan Mubadala akan membiayai pelatihan teknis serta peningkatan kompetensi putra-putri daerah. Ia juga mendorong keterlibatan PTPL dalam pengembangan kapasitas penyedia barang dan jasa bagi pengusaha lokal.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan pengembangan Blok Andaman berjalan transparan, berkelanjutan, dan memberi dampak langsung bagi perekonomian daerah. Pemerintah Kota Lhokseumawe menegaskan dukungan penuh agar potensi migas ini menjadi penggerak kebangkitan ekonomi kawasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Lhokseumawekota.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU