Minggu, 28 SEPTEMBER 2025 • 22:57 WIB

Kelompok Tani Merdeka Aceh Tamiang Dorong Desa Mandiri Lewat Bisnis Ayam Petelur

Author

Tani Merdeka siap dampingi BUMDes & KOPDes wujudkan usaha mandiri, kurangi pengangguran, dan tingkatkan ekonomi masyarakat. (Dok : istimewa)

ACEH - Dalam rangka memperkuat kapasitas, Tim Ahli dari Kelompok Tani Merdeka Aceh Tamiang melakukan kunjungan ke peternakan ayam petelur pada Minggu (28/9/2025).

Kunjungan ini dipandu oleh Drh. Eka Janni Haqqawiy, seorang praktisi sekaligus dokter hewan berpengalaman yang pernah menangani peternakan dengan populasi hingga 2 juta ekor ayam.

Kegiatan ini merupakan upaya Kelompok Tani Merdeka dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di sektor peternakan, khususnya usaha ayam petelur.

Tujuannya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait manajemen kandang, pakan, kesehatan hewan, serta sistem pemasaran telur secara berkelanjutan.

Peternakan ini dikenal sebagai salah satu contoh sukses pengelolaan ayam petelur skala menengah yang berbasis pada prinsip biosekuriti dan efisiensi produksi.

Baca juga: Polres Aceh Tamiang Gelar Operasi Beras Murah 4 Ton

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, S.Psi., menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi fasilitator sekaligus pendamping bagi desa-desa yang ingin memulai usaha peternakan ayam petelur.

“Kita membuka peluang kerja sama dengan BUMDes dan KOPDes. Budgeting mulai dari Rp100 juta saja, kami akan dampingi secara teknis dan manajerial,” ungkapnya optimis.

Ia menilai bisnis ayam petelur sangat menjanjikan sebab kebutuhan telur selalu stabil dan cenderung meningkat seiring bertambahnya populasi.

“Melalui sinergi antara kelompok tani, BUMDes, dan koperasi desa (KOPDes), diharapkan akan tercipta ekosistem usaha berbasis pertanian dan peternakan yang mandiri serta berkelanjutan,” ujar Haji.

Selain itu, proyek ini juga ditargetkan dapat mengurangi angka pengangguran karena mampu menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program pengembangan usaha produktif desa yang digagas oleh Tani Merdeka, dengan semangat kemandirian dan kolaborasi antar pemangku kepentingan di tingkat lokal,” pungkas Prawira Haji.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU