Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 22:37 WIB

Santri di Aceh Besar Diduga Terinfeksi Difteri, Dinkes Langsung Turun Tangan

Author

Petugas Dinas Kesehatan Aceh melakukan imunisasi tanggap KLB (ORI) di Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh Besar. Langkah cepat ini diambil usai muncul kasus suspect difteri agar penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dini. (Dok : Dinkes Aceh)

ACEH - Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar dan Puskesmas Darul Imarah bergerak cepat menangani kasus suspect penyakit difteri yang terdeteksi di Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Kabupaten Aceh Besar.

Saat ini, satu santri dilaporkan sedang dirawat di rumah sakit dengan gejala klinis yang mengarah ke penyakit difteri. Menyikapi hal itu, Dinkes langsung mengambil langkah cepat untuk mencegah potensi penularan penyakit berbahaya ini.

Langkah yang dilakukan meliputi penyelidikan epidemiologi (PE), pengambilan spesimen, pemberian profilaksis kepada kontak erat, serta pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tanggap kejadian luar biasa (KLB).

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi terpadu untuk memutus mata rantai penularan difteri. Dinkes Aceh juga memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal, dengan melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai unit layanan.

“Pelaksanaan ORI dan pemberian profilaksis merupakan langkah penting agar penyakit ini tidak menyebar lebih luas. Kami juga terus memantau kondisi santri dan lingkungan sekitar,” ujar Edi Hartanto, Staf Surveilans di Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes Aceh, yang turun langsung ke lokasi pada Rabu (29/10/2025).

Baca juga: Kerangka Diduga Korban Tsunami 2004 Ditemukan di RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat

Tim kesehatan yang dikerahkan ke lokasi telah melakukan pengambilan sampel swab terhadap 25 santriwati yang merupakan kontak erat dengan pasien suspect difteri. Selain itu, tim juga memberikan obat profilaksis serta imunisasi guna mencegah penularan.

Dihubungi terpisah di Banda Aceh, Kepala Bidang P2P Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, M.KM, berharap penyebaran penyakit difteri di Aceh Besar dapat segera terkendali.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Pencegahan terbaik adalah dengan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap serta menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terlindung dari penyakit berbahaya ini,” ujarnya.

Mengenal Penyakit Difteri

Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius bila tidak segera ditangani.

Bakteri difteri menghasilkan racun yang dapat menyebabkan peradangan tenggorokan, penyumbatan saluran napas, dan bahkan kerusakan pada otot jantung serta saraf.

Gejala dan Tanda Difteri

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, gejala yang umum muncul antara lain:

  • Demam ringan atau tanpa demam.
  • Munculnya selaput putih keabu-abuan (pseudomembran) di tenggorokan yang sulit dilepas dan mudah berdarah.
  • Sakit saat menelan — sekitar 94% kasus menyerang tonsil (amandel) dan faring.
  • Leher membengkak (bull neck).
  • Sesak napas disertai bunyi akibat sumbatan saluran pernapasan.

Baca juga:  Bayi Malang Ditinggal Orang Tua di Teras, Kini Dirawat di RS Azalia

Komplikasi Difteri

Jika tidak segera diobati, difteri dapat menyebabkan:

  • Tersumbatnya saluran pernapasan (berisiko fatal).
  • Peradangan dan kelumpuhan otot jantung (miokarditis).
  • Kematian akibat racun bakteri yang menyebar ke organ vital.

Cara Penularan Difteri

Difteri menular melalui:

  • Percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin.
  • Kontak langsung dengan luka pada penderita.
  • Benda yang terkontaminasi sekret hidung atau tenggorokan penderita.
  • Lingkungan padat seperti pesantren atau asrama menjadi tempat berisiko tinggi bagi penyebaran penyakit ini.

Pencegahan Difteri

Pencegahan terbaik dilakukan melalui imunisasi lengkap serta menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

  • Dinkes Aceh mengimbau masyarakat untuk:
    Melengkapi imunisasi dasar dan lanjutan, terutama vaksin DPT-HB-Hib dan Td.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
  • Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala sakit tenggorokan, demam, atau selaput putih di tenggorokan.
  • Ikut serta dalam kegiatan ORI yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dinkes Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU