Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 23:35 WIB

BNPB Pastikan Pengungsi Bener Meriah Aman di Tengah Aktivitas Gunung Burni Telong

Author

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berdialog dengan pengungsi gempa di Posko Unsyiah, Bener Meriah, memastikan kondisi aman dan meminta warga tetap tenang serta waspada. (Dok : Humas Bener Meriah)
ACEH -
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau langsung kondisi warga terdampak gempa di Posko Pengungsian Unsyiah, Kampung Lampahan, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (31/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan para pengungsi sekaligus memberikan rasa tenang di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Burni Telong.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), wilayah Bener Meriah tercatat mengalami 16 kali kejadian gempa sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Meski sempat menunjukkan intensitas tinggi, perkembangan terkini memperlihatkan tren kegempaan yang mulai menurun.

“Alhamdulillah, sejak pagi hingga siang hari frekuensi gempa ini mulai menurun dan mereda,” ujar Suharyanto saat meninjau posko sekaligus berdialog dengan para pengungsi.

Baca juga: PVMBG Rilis Peta Zona Bahaya Gunung Bur Ni Telong, Warga Diminta Waspada

Keamanan Pengungsi Jadi Prioritas

Terkait status Gunung Burni Telong yang saat ini berada pada Level III (Siaga), Kepala BNPB meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia menegaskan bahwa lokasi pengungsian berada di zona aman.

“Apabila statusnya meningkat ke Level IV (Awas), lokasi pengungsian di Unsyiah tetap berada di radius aman, yaitu delapan kilometer. Warga tidak perlu khawatir maupun pindah kembali,” jelasnya.

Suharyanto berharap kondisi alam segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Ia juga mendoakan agar status Gunung Burni Telong dapat segera diturunkan ke Level II (Waspada).

Imbauan Hindari Hoaks

Di akhir kunjungannya, Kepala BNPB menyampaikan imbauan khusus kepada seluruh pihak agar menjaga kondusivitas informasi. Menurutnya, masyarakat saat ini masih berada dalam kondisi psikologis yang rentan akibat sebelumnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

“Saya mohon agar informasi yang disampaikan akurat dan menyejukkan. Jangan menyebarkan hoaks yang dapat memicu kekhawatiran. Mari bersama-sama menjaga ketenangan warga,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Bener Meriah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU