Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 21:43 WIB

UEA Siap Bangun Masjid Agung dan Islamic Center di Banda Aceh

Author

Wali Kota Banda Aceh menerima delegasi Uni Emirat Arab dan UIN Ar-Raniry membahas rencana pembangunan masjid agung dan Islamic Center. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)

ACEH - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menerima kunjungan delegasi Uni Emirat Arab (UEA) dan UIN Ar-Raniry di Pendopo Wali Kota, Minggu (22/2/2026) malam.

Delegasi dari UEA yang hadir di antaranya Dr. Sultan selaku Ketua Yayasan Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Mohamed Alnaqbi perwakilan Mohamed Bin Zayed University for Humanities Abu Dhabi, serta Abdullehh Blla yang merupakan Imam Tarawih asal Maroko.

Sementara itu, dari UIN Ar-Raniry turut hadir Rektor Prof. Dr. Mujiburrahman, Koordinator Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama Dr. Muqni Affan Abdullah, serta Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa T. Murdani.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Sultan menyampaikan rasa bahagianya dapat berkunjung ke Banda Aceh dengan membawa sejumlah program Ramadhan, seperti pembagian sembako dan daging bagi masyarakat.

“Kami juga bahagia mendapat support dari pemko dan UIN Ar-Raniry.” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kabar baik terkait keputusan Pemerintah UEA untuk membangun masjid dan Islamic Center di Banda Aceh. Sebelumnya, pihaknya telah bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk UEA di Abu Dhabi guna membahas rencana tersebut.

Menurutnya, gagasan pembangunan proyek tersebut telah dicetuskan sejak dua tahun lalu dan kini memasuki tahap lanjutan setelah penentuan anggaran.

“Setelah penentuan budget, kami juga mengharapkan dukungan Pemko Banda Aceh jikalau ada usulan lokasi selain di UIN Ar-Raniry,” kata Sultan.

Baca juga: HUT ke-821 Banda Aceh, RSUD Meuraxa Gelar Sunatan Massal Gratis untuk 100 Anak

“Kami ingin ada tiga pilihan sebagai cikal bakal lokasi pembangunan masjid dan Islamic Center. Salah satunya calon (lokasi) nya sudah ada di UIN Ar-Raniry,” katanya lagi.

Ia berharap Pemerintah Kota Banda Aceh segera mengirimkan surat resmi terkait ketersediaan lahan, kategori masjid, serta kapasitas daya tampung jemaah. “Kalau persetujuan sudah keluar dari pemerintah UEA sedari empat bulan lalu,” sebut Sultan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Illiza menyambut baik dan menyampaikan rasa syukur atas tawaran dari Pemerintah UEA.

“Semoga membawa keberkahan bagi kota kami. Apalagi Banda Aceh saat ini belum memiliki masjid agung yang bisa dikelola oleh pemerintah kota.”

Ia menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk menyediakan lahan sesuai kebutuhan. “Berapa kebutuhan lahan, insyaallah kita bisa sediakan. Salah satunya tanah seluas tiga hektare di Kecamatan Meuraxa yang berada di kawasan strategis, dan banyak dikunjungi wisatawan juga,” ujarnya.

Alternatif lainnya, kata Illiza, berada di kawasan Lambaro Skep, yakni lahan milik masyarakat yang telah memiliki pertapakan. “Untuk kepastian dan detilnya akan kami rapatkan lebih lanjut dan kemudian segera kami kirimkan suratnya,” ujar Illiza.

Menurutnya, kehadiran masjid agung baru di Banda Aceh nantinya memiliki arti penting dalam upaya syiar Islam dan penegakan syariat menuju kota yang “baldatun thoyyibatun wa rabbhun ghaffur”.

“Masjid agung yang kami idamkan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat pendidikan bagi umat,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.

Turut mendampingi wali kota dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin, Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesra Bachtiar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Faisal, Asisten Administrasi Umum M. Nurdin, serta sejumlah kepala bagian di lingkungan Setdako Banda Aceh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU