Minggu, 08 MARET 2026 • 00:18 WIB

Aceh Besar Perkuat Pendidikan Agama, Program Beut Kitab Bak Sikula Segera Diluncurkan

Author

Bupati Aceh Besar Muharram Idris memimpin rapat evaluasi program Beut Kitab Bak Sikula di Gedung Dekranasda Aceh Besar. (Dok : MC Aceh Besar)

ACEH - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus mendorong penguatan pendidikan agama di lingkungan sekolah melalui program Beut Kitab Bak Sikula. Komitmen tersebut dibahas dalam rapat evaluasi dan pelaporan hasil seleksi guru program tersebut yang dipimpin langsung Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Jumat (6/3/2026) malam.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Tim Seleksi Beut Kitab Bak Sikula Baba H. Marwan Abdullah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Rahmawati, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Aceh Besar Sanusi, SE, Tim Asistensi Bupati, jajaran Disdikbud Aceh Besar, serta tim seleksi.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar itu merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan agama Islam di sekolah formal, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam arahannya, Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyampaikan rasa syukur karena proses seleksi guru Beut Kitab Bak Sikula hampir selesai dan segera dapat difinalkan.

“Alhamdulillah pada malam ini sudah bisa kita finalkan untuk persoalan guru-guru di dua belas wilayah. Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat pendidikan agama di sekolah-sekolah kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya bersifat uji coba, tetapi dirancang untuk diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah Aceh Besar. Karena itu, penempatan guru perlu diatur secara efektif dengan mempertimbangkan pembagian wilayah regional agar memudahkan mobilitas para pengajar.

“Kita atur berdasarkan daerah agar lebih efisien. Misalnya antara Blang Bintang dengan Darussalam bisa saling menyesuaikan. Dengan begitu para guru tidak menghabiskan waktu di jalan dan bisa fokus mengajar,” jelasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berencana meluncurkan secara resmi program Beut Kitab Bak Sikula dalam waktu dekat.

Baca juga: Program Beut Kitab: Terobosan Aceh Besar Integrasikan Ilmu dan Akhlak

“Insya Allah hari Selasa nanti kita rencanakan launching, launching ini bukan lagi percontohan, tapi sudah kita terapkan untuk seluruh sekolah dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar,” kata Syech Muharram.

Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan bahwa bersamaan dengan peluncuran program tersebut, pemerintah daerah juga akan menyalurkan santunan bagi anak yatim di Aceh Besar.

“Seluruh anak yatim yang sudah terdata akan kami berikan bantuan santunan. Meski jumlahnya tidak besar, tapi ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada anak-anak yatim di Aceh Besar,” ujarnya.

Selain itu, rapat tersebut juga membahas rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) untuk memberdayakan para penghafal Al-Qur’an dan lulusan dayah dalam mendukung pelaksanaan pendidikan agama di sekolah.

Menurut Bupati, kolaborasi tersebut penting agar potensi sumber daya lokal, khususnya para hafiz Al-Qur’an dan alumni dayah, dapat dimanfaatkan secara optimal dalam sistem pendidikan daerah.

“Kami akan mencoba meningkatkan kerja sama melalui MoU dengan Kanwil Kemenag. Kami ingin mengutamakan kearifan lokal dan potensi sumber daya Aceh sendiri, sehingga semua sekolah di Aceh Besar dapat menerapkan program Beut Kitab Bak Sikula,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Aceh Besar Rahmawati dalam laporannya menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga pengajar untuk program Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar mencapai 457 orang.

Jumlah tersebut diperuntukkan bagi 215 Sekolah Dasar dan 89 Sekolah Menengah Pertama yang tersebar di seluruh kecamatan di Aceh Besar.

Ia menjelaskan, pada tahap awal tahun 2025 lalu, Pemkab Aceh Besar telah merekrut 124 guru sebagai bagian dari program percontohan. Selanjutnya pada seleksi lanjutan tahun 2026 dilakukan penambahan tenaga pengajar untuk memenuhi kebutuhan di seluruh sekolah.

“Pada seleksi tahap kedua tahun 2026, dari kebutuhan 333 orang yang dibuka, jumlah yang dinyatakan lulus sebanyak 276 orang. Selain itu terdapat 42 guru dari kategori guru SPT tahun 2025 yang juga dinyatakan lulus,” jelas Rahmawati.

Ia menambahkan, terdapat pula 10 guru dari program Beut Kitab Bak Sikula Fauzul Kabir yang sebelumnya telah mengajar dan turut menjadi bagian dari kebutuhan tenaga pengajar program tersebut.

Dengan demikian, jumlah total guru Beut Kitab Bak Sikula yang telah lulus seleksi hingga saat ini mencapai 452 orang, sehingga masih tersisa kekurangan lima orang lagi dari total kebutuhan 457 guru.

“Secara akumulasi, jumlah guru yang sudah lulus seleksi baik dari tahun 2025 maupun 2026 sebanyak 452 orang, sehingga masih terdapat kekurangan lima orang lagi untuk memenuhi kuota keseluruhan,” tambahnya.

Sekretaris Tim Seleksi Tgk. Nazar turut memaparkan bahwa pada seleksi tahun 2026 tercatat sebanyak 337 orang mendaftar, dengan 331 peserta mengikuti proses tes.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 276 orang dinyatakan lulus, sementara 55 orang lainnya belum berhasil melewati seleksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan dengan sistem pembagian 12 wilayah yang mencakup seluruh kecamatan di Aceh Besar. Sistem regional tersebut diterapkan untuk mempermudah distribusi guru sekaligus meningkatkan efisiensi penempatan tenaga pengajar.

Baca juga: Wakil Bupati Aceh Besar Hadiri Buka Bersama Lintas Agama, 750 Paket Bantuan Disalurkan

Adapun pembagian wilayah tersebut meliputi Kecamatan Lhoong sebagai wilayah pertama. Wilayah kedua meliputi Leupung, Lhoknga, dan Peukan Bada. Wilayah ketiga mencakup Darul Imarah dan Darul Kamal, sementara wilayah keempat meliputi Simpang Tiga, Sukamakmur, dan Kuta Malaka.

Selanjutnya regional kelima terdiri dari Blang Bintang dan Kuta Baro. Regional keenam mencakup Baitussalam dan Masjid Raya. Regional ketujuh meliputi Kuta Cot Glie, Kota Jantho, dan Seulimuem.

Wilayah kedelapan mencakup Kecamatan Ingin Jaya, wilayah kesembilan Pulo Aceh, wilayah kesepuluh Montasik dan Indrapuri, wilayah kesebelas Krueng Barona Jaya dan Darussalam, serta wilayah kedua belas Kecamatan Lembah Seulawah.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Baba H. Marwan Abdullah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada tim untuk menjalankan proses seleksi tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dilakukan secara maksimal dengan tetap mengikuti arahan para ulama, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), serta dinas terkait.

“Amanah ini kami jalankan sebaik mungkin sesuai kemampuan kami. Semua proses dilakukan dengan memperhatikan arahan pimpinan, ulama, serta pihak dinas terkait,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak, baik pemerintah, ulama, akademisi, maupun lembaga pendidikan.

Ia juga menilai pentingnya memperkuat hubungan antara dayah dengan instansi terkait agar tidak terjadi kesenjangan komunikasi dalam pengembangan pendidikan agama di Aceh Besar.

“Selama ini terkesan dayah berjalan sendiri-sendiri tanpa advokasi yang kuat dari dinas. Ke depan kita berharap ada sinergi yang lebih kuat sehingga dayah dan lembaga pendidikan formal dapat saling mendukung dalam mencetak generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak,” tutupnya.

Dengan rampungnya proses seleksi tersebut, program Beut Kitab Bak Sikula diharapkan menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan agama di sekolah, menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, serta melahirkan generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak mulia. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU