ACEH - Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Banda Aceh menggelar kegiatan edukasi lingkungan dalam rangka Harlah ke-3 IPARI. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berbasis ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Program tersebut menjadi wujud komitmen IPARI Banda Aceh dalam merawat lingkungan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan sejak dari sumbernya. Ketua IPARI Banda Aceh, Hj. Rosmiati, S.Ag., M.Sos., bersama Sekretaris Hj. Supiati, S.Ag., M.Sos., serta seluruh pengurus IPARI turut aktif mengikuti pendalaman materi pengelolaan sampah dan pembuatan eco enzim.
Edukasi pemilahan sampah serta praktik pembuatan eco enzim dipandu langsung oleh Sekretaris PD IPARI Banda Aceh, Hj. Supiati, S.Ag., M.Sos., yang juga dikenal sebagai praktisi eco enzim di Banda Aceh. Melalui praktik langsung, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih aplikatif dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.
Kegiatan ini melibatkan pengurus IPARI Banda Aceh, masyarakat Dusun Cut Nyak Dhien Gampong Peuniti, serta tokoh masyarakat setempat. Turut hadir Prof. Dr. Ir. Roslidar T., M.Sc., IPM, ASEAN Eng., yang memberikan apresiasi serta menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan tersebut.
Acara berlangsung di halaman Masjid Iskandar Muda, Dusun Cut Nyak Dhien, Gampong Peuniti, Banda Aceh, pada Sabtu, 23 Mei 2026, dalam rangka Harlah ke-3 IPARI.
Dalam sambutannya, Ketua IPARI Banda Aceh menyampaikan bahwa pada momentum Harlah ke-3 ini IPARI terus berupaya memberikan kontribusi dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, termasuk penguatan kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Baca juga: Kolaborasi Baru! Kemenag dan Baitul Mal Banda Aceh Siapkan Program Ekonomi Umat
Fokus kegiatan ini adalah edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik serta pengolahan sampah rumah tangga menjadi eco enzim. IPARI menegaskan bahwa sampah rumah tangga merupakan sumber utama permasalahan lingkungan yang seharusnya dapat diolah langsung dari rumah, sehingga tidak semuanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Roslidar menyampaikan apresiasi dan harapan agar masyarakat dapat menjadikan pengolahan sampah sebagai sumber ekonomi keluarga. Menurutnya, manfaat eco enzim sangat nyata, tidak hanya untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi usaha berbasis ramah lingkungan.
Antusiasme masyarakat Dusun Cut Nyak Dhien terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti praktik pembuatan eco enzim dan menunjukkan ketertarikan untuk menerapkannya di rumah masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal gerakan berkelanjutan dalam membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah dimulai dari rumah sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga lingkungan, yang merupakan amanah Allah SWT.
“Merawat lingkungan adalah bagian dari iman dan tanggung jawab kita kepada generasi mendatang.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenag Banda Aceh