ACEH - Pemerintah Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama dalam mewujudkan daerah yang maju dan berdaya saing.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-8 tingkat Kecamatan Baitussalam. Kegiatan yang berlangsung di Gampong Lam Ujong itu tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah pembinaan generasi Qurani yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin masa depan.
MTQ dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan dan daya saing di tengah perkembangan zaman.
Camat Baitussalam, Ridhwan, SE., Ak., mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik maupun infrastruktur. Menurutnya, kemajuan Aceh Besar juga harus didukung oleh SDM yang unggul, religius, dan berintegritas.
“Melalui MTQ ini, kami berharap ke depan melahirkan insan-insan Qurani yang kelak menjadi generasi penerus pembangunan Aceh Besar. SDM yang berkualitas adalah modal utama untuk mewujudkan perubahan daerah ke arah yang lebih baik,” ujar Ridhwan, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, MTQ merupakan sarana strategis untuk membina generasi muda agar tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Ridhwan mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk belajar dan meningkatkan kemampuan, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
Baca juga: Pemkab Aceh Besar Umrahkan 22 Juara MTQ dan MKQ sebagai Bentuk Apresiasi
“Menang atau kalah adalah hal yang biasa, namun yang terpenting adalah proses belajar dan upaya kita bersama dalam membumikan Al-Qur’an di Kecamatan Baitussalam,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, para donatur, aparatur gampong, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ. Menurutnya, pembangunan SDM sebagaimana menjadi visi Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Pak Bupati dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa keberhasilan membangun SDM unggul tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh komponen masyarakat agar cita-cita tersebut dapat terwujud,” ujarnya.
Selain menjadi ajang syiar Islam, MTQ tingkat kecamatan juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan penjaringan qari serta qariah terbaik yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Baitussalam pada MTQ tingkat Kabupaten Aceh Besar hingga Provinsi Aceh.
Ridhwan berharap pembinaan yang dilakukan secara berjenjang sejak tingkat kecamatan mampu mempertahankan prestasi Aceh Besar sebagai salah satu daerah dengan tradisi pembinaan Al-Qur’an yang kuat.
Ia turut mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini agar generasi muda tidak larut dalam penggunaan gawai secara berlebihan.
MTQ ke-8 Kecamatan Baitussalam diikuti sebanyak 95 peserta dari berbagai gampong. Sejumlah cabang diperlombakan, mulai dari tartil, tilawah, qiraah sab’ah, tahfiz, syarhil Quran, fahmil Quran, hingga cabang kontemporer.
Bagi Pemerintah Kecamatan Baitussalam, penyelenggaraan MTQ bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi membangun SDM yang religius, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi Qurani yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus membawa Aceh Besar menuju masa depan yang lebih maju, amanah, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MC Aceh Besar