ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Perum BULOG Kanwil Aceh menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Program ini dilakukan sebagai upaya menekan harga beras di tengah kenaikan harga pasar yang telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 24–25 Juli 2025 di Halaman Kantor Camat Baiturrahman.
Masyarakat menyambut baik Gerakan Pangan Murah tersebut karena dinilai sangat membantu masyarakat di tengah kenaikan harga dan kelangkaan beras di pasaran.
Baca juga: Aceh Timur Salurkan 869 Ton Beras untuk 43 Ribu KK, Pastikan Tepat Sasaran
Nazariani, salah satu warga Desa Lueng Bata, mengatakan bahwa kegiatan GPM SPHP ini sangat membantu kebutuhannya. Dengan harga Rp65 ribu, ia bisa mendapatkan lima kilogram beras dengan kualitas standar.
“Sangat membantu masyarakat karena harga beras sekarang sangat tinggi. Dengan adanya beras dari Bulog ini, uang Rp65 ribu bisa dapat beras lima kilogram. Ini sangat membantu, apalagi ekonomi masyarakat sekarang lagi susah. Biasanya beli beras dengan harga Rp120 ribu sekarang jadi Rp140 ribu, itu baru beras biasa. Bahkan seperti beras Yusima, itu langka berasnya,” kata Nazariani saat diwawancarai di Kantor Camat Baiturrahman pada Jumat (25/07/2025).
Besar harapan Nazariani agar ke depannya pemerintah bisa menyediakan beras murah serta bahan pokok lainnya seperti minyak dan telur.
Hal yang sama juga disampaikan oleh warga desa Lamgugob, Ali Ahmad, yang mengatakan bahwa beras dengan harga murah ini sangat membantu di tengah harga beras yang sedang tinggi.
Ali berharap agar kegiatan pangan murah seperti ini bisa sering digelar, karena sekarang harga bahan pokok semakin mahal.
Senada dengan warga kota, Darwati, selaku Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Aceh, berharap agar operasi pasar seperti ini terus berlanjut untuk mengatasi permasalahan beras di Aceh.
“Saya berharap kepada DP2KP Kota dan pihak lainnya agar operasi pasar seperti ini terus berlanjut, sehingga permasalahan beras di Aceh dapat tertangani. Walaupun tidak bisa sepenuhnya teratasi, yang paling bisa menurunkan kelangkaan besar adalah panen besar, dan itu butuh waktu,” harap Darwati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo.bandaacehkota.go.id