ACEH - Dalam rangka memperingati 20 tahun perdamaian Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menggelar zikir dan tausiah pada Jumat (15/8/2025).
Sebagai informasi, setelah mengalami masa konflik sejak 1976, Aceh kembali damai pasca penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.
Acara zikir dan tausiah tersebut berlangsung di Masjid Agung Darussalihin Idi Rayeuk dan diikuti jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat.
Zikir ini dilaksanakan atas inisiasi Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, yang juga mengajak seluruh masjid di kabupaten tersebut menggelar zikir dan doa sebagai rasa syukur atas dua dekade perdamaian.
Baca juga: Eks Kombatan GAM Terima Bantuan Beras dari Kapolresta Banda Aceh
Al-Farlaky menegaskan pentingnya menjaga perdamaian yang telah dicapai dengan susah payah.
“Perdamaian adalah anugerah besar bagi Aceh. Kita semua bertanggung jawab untuk merawatnya demi masa depan yang lebih baik. Jangan ada yang mengusik perdamaian ini, karena kedamaian adalah modal utama kita untuk membangun Aceh,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum 20 tahun damai Aceh sebagai penguat komitmen bersama.
“Mari kita jaga hati kita tetap bersih dari kebencian, perkuat silaturahmi, dan saling menghargai perbedaan. Damai itu indah, dari damai lahir keadilan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia juga berpesan khusus kepada generasi muda Aceh untuk selalu mengingat dan menghargai sejarah panjang daerah ini.
“Aceh pernah mengalami masa sulit penuh konflik. Dari luka itu lahirlah proses konsiliasi hingga terwujudnya MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Generasi muda harus tahu dan menghargai sejarah ini, supaya perdamaian tetap kita jaga bersama,” pesannya.
Momentum peringatan dua dekade damai Aceh tahun ini mengangkat tema “Martabat, Keadilan, dan Harapan.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Acehtimurkab.go.id