Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 23:04 WIB

Mualem All Out Dukung Petani Cabai & Nilam di Gayo, Biar Inflasi Aman!

Author

Gubernur Mualem turun langsung beri dukungan untuk petani Gayo. (Dok : humas Aceh)

ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau akrab disapa Mualem, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh petani cabai dan nilam di dataran tinggi Gayo. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada Selasa (9/9/2025) siang, Mualem meninjau langsung kebun cabai di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Selama ini, cabai merupakan salah satu komoditas utama yang berpengaruh terhadap inflasi di Aceh.

“Saya mendukung penuh dan memberikan perhatian kepada petani cabai. Cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi di Aceh, sehingga semakin banyak petani cabai akan berkontribusi dalam pengendalian inflasi daerah,” ujar Mualem.

Dalam kunjungan tersebut, Mualem turut didampingi Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, serta Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.

Tak hanya ke Aceh Tengah, pada hari yang sama Mualem juga melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Bener Meriah. Di sana, ia meninjau sekaligus ikut menanam nilam di Kampung Alur Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Baca juga: Kapolda Aceh Ngopi Bareng Gubernur Mualem Pasca Demo, Sepakat Jaga Stabilitas Aceh

“Kita mendukung karena ini salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita juga harus mempromosikan kepada dunia bahwa nilam Aceh berkualitas baik. Harus kita promosikan sebesar-besarnya,” kata Mualem.

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh siap bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dalam memenuhi kebutuhan petani. “Insyaallah kita akan melihat program khusus terkait nilam. Kita akan bekerja sama dengan Pak Bupati untuk mendukung keinginan petani, baik tanam nilam, cabai, tomat, maupun komoditas lain,” jelasnya.

Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, pengembangan nilam di wilayahnya memiliki prospek besar serta ramah terhadap ekosistem.

“Rencana awal di sini ada 100–200 hektare sebagai inti, kemudian berkembang hingga 1.200 hektare. Kenapa nilam? Karena menurut penelitian, kualitas nilam di sini terbaik. Selain itu, nilam tidak diganggu gajah, jadi gajah aman, rakyat aman, dan rakyat sejahtera,” ungkap Tagore.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU