ACEH - Dalam perayaan peringatan dua dekade Hari Damai Aceh antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan bahwa kesepakatan damai MoU Helsinki merupakan masa perdamaian terpanjang di dunia.
“Hari ini, genap 20 tahun perdamaian Aceh. Ini adalah waktu yang panjang; waktu yang membosankan, waktu yang menggairahkan, waktu yang penuh tantangan. Ini adalah masa perdamaian terpanjang yang pernah ada jika dibandingkan dengan perdamaian di negara lain,” ujar pria yang akrab disapa Mualem itu pada Jumat (15/8/2025).
Mualem mencontohkan beberapa perjanjian perdamaian yang hanya berlaku seumur jagung di sejumlah belahan dunia, seperti konflik antara India dan Kashmir, konflik Thailand dengan Pattani, konflik Filipina dengan Moro, serta sejumlah konflik lainnya.
Selama dua dekade terakhir, Aceh telah bertransformasi menjadi daerah yang aman dan demokratis, bahkan termasuk salah satu yang teraman di Indonesia. Mualem meyakini, kondisi kondusif ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan pembangunan.
Mualem mengungkapkan, meski ada butir-butir perjanjian perdamaian yang belum seluruhnya ditepati oleh pemerintah pusat, para kombatan GAM tetap menjalankan perdamaian dengan ikhlas.
Baca juga: 1.274 Personel Dikerahkan, Polda Aceh All Out Amankan 20 Tahun Damai Aceh
“Dalam rentang waktu dua dekade ini, kita menjalani perdamaian dengan ikhlas. Untuk itu, kami meminta pemerintah pusat untuk menjalankan dan menepati seluruh butir-butir perjanjian yang telah kita sepakati, karena saat ini baru sekitar 30 persen saja yang ditepati,” kata Mualem.
Muzakir Manaf, yang juga merupakan mantan Panglima GAM, menambahkan bahwa selama ini para kombatan dijanjikan berbagai hal, termasuk pengadaan lahan, namun hingga kini belum terealisasi.
Gubernur mengungkapkan, kendala yang sering terjadi adalah dinamika pergantian di tingkat menteri, khususnya Menteri Pertanahan. “Pergantian di tingkat menteri yang sering terjadi inilah yang membuat kami harus berulang kali datang dan menjelaskan hal yang sama."
Ia memohon kepada para eks GAM agar bersama dan ia akan mengusahakan yang terbaik.
“Untuk itu, kepada teman-teman kombatan, saya imbau untuk tetap bersabar. Sebagai pimpinan, saya akan melakukan yang terbaik. Setelah ini, saya akan menghadap Presiden Prabowo untuk menyampaikan berbagai hal terkait poin-poin perdamaian yang belum diterapkan,” ungkap Mualem.
Gubernur menjelaskan, jika pengadaan lahan memakan waktu yang lama, maka mungkin lebih baik mengajukan dana abadi kepada mantan kombatan.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum peringatan dua dekade perdamaian Aceh sebagai sarana memperkuat semangat saling menghormati, menjauhi kekerasan, menjunjung hukum dan adat, mengenang para syuhada, serta menjadikan masa lalu sebagai pelajaran berharga.
“Kepada para kombatan, saya mengimbau untuk tetap berkomitmen menjaga perdamaian demi Aceh yang lebih baik di masa mendatang. Selamat Hari Damai Aceh ke-20. Mari bersatu membangun Nanggroe tercinta menuju kemakmuran dan kejayaan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas.acehprov.go.id