Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 00:16 WIB

EMT Dinkes Aceh Layani Pengungsi Banjir di Aceh Utara

Author

Tim Emergency Medical Team Dinkes Aceh memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi banjir di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. (Dok : Humas Aceh)

ACEH - Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Dinas Kesehatan Aceh terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara. Pada Selasa (23/12/2025), tim EMT menyasar sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Langkahan guna memastikan layanan kesehatan tetap berjalan di tengah situasi darurat.

Di Posko Pengungsian Desa Matang Tengoh, tim EMT Terpadu melayani sebanyak 118 pasien, yang didominasi oleh kelompok lanjut usia. Pelayanan kesehatan dilakukan oleh tenaga medis lintas profesi, mulai dari dokter, perawat, tenaga gizi, hingga petugas kesehatan lingkungan. Selain pemeriksaan dan pengobatan, tim juga memberikan penyuluhan kesehatan serta dukungan psikososial kepada warga terdampak.

Sementara itu, Tim 6 Gelombang 4 EMT Dinas Kesehatan Aceh turut memberikan layanan kesehatan di Posko Pengungsian Waduk Jambo Aye, Desa Langkahan. Di lokasi tersebut, tim melayani 96 pasien rawat jalan, termasuk balita dan kelompok rentan. Pelayanan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan, pemantauan kesehatan lingkungan, keamanan pangan, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Hasil pelayanan menunjukkan bahwa penyakit terbanyak yang ditangani meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan pencernaan, penyakit kulit, serta penyakit tidak menular. Pada kelompok rentan, tim menemukan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), ibu menyusui, balita, lansia, serta penyandang disabilitas. Hingga saat ini, jumlah pengungsi di Posko Waduk Jambo Aye masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan sarana kebersihan lingkungan.

Baca juga: Tim Medis IDI Aceh Tengah Terbang ke Daerah Terisolir Bintang Pakai Heli BNPB

Selain pelayanan medis dan pemberian obat-obatan, tim EMT di Posko Waduk Jambo Aye juga melaksanakan berbagai kegiatan promotif dan preventif. Kegiatan tersebut meliputi pemantauan keamanan pangan di dapur pengungsian, pengendalian vektor lalat, serta pemantauan ketersediaan air bersih, jamban, dan saluran pembuangan air limbah.

Edukasi PHBS turut diberikan kepada para pengungsi, termasuk praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, dan personal higiene. Tim juga memberikan konseling ASI eksklusif serta Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), sekaligus menyalurkan PMBA kepada balita. Namun demikian, ditemukan sejumlah Buku KIA dalam kondisi rusak dan pelayanan Posyandu belum dapat dilaksanakan pada bulan ini akibat dampak bencana.

Dalam pelaksanaan tugas menuju lokasi, tim EMT Terpadu Dinas Kesehatan Aceh menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan akses ke wilayah terdampak, terbatasnya logistik obat-obatan tertentu, minimnya fasilitas MCK, kualitas air bersih yang belum memadai, serta pola konsumsi pengungsi yang masih didominasi makanan instan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU