Senin, 29 DESEMBER 2025 • 23:29 WIB

Jembatan Putus, Kampung Terang Engon Aceh Tengah Masih Terisolasi

Author

Bupati Aceh Tengah menyeberangi sungai menggunakan tali sling saat meninjau Kampung Terang Engon, Kecamatan Silih Nara, yang masih terisolasi pascabencana. (Dok : Humas Aceh)
ACEH -
Satu kampung di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, yakni Kampung Terang Engon, hingga kini masih terisolasi akibat putusnya jembatan yang menjadi satu-satunya akses menuju wilayah tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas dan mobilitas warga sangat terbatas pascabencana.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, turun langsung meninjau lokasi pada Senin (29/12/2025) bersama Ketua TP PKK Aceh Tengah Risnawati, sejumlah kepala SKPK, serta Brigjen Mohammad Syech Ismed selaku perwakilan BNPB. Untuk mencapai kampung tersebut, rombongan harus menyeberangi sungai menggunakan tali sling, di tengah arus yang deras dan bebatuan besar.

Berdasarkan data sementara, bencana di Kampung Terang Engon mengakibatkan empat unit rumah rusak parah dan satu warga meninggal dunia. Hingga kini, warga masih mengandalkan tali sling sebagai sarana penyeberangan sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Pemerintah Aceh Kerahkan 24 Truk, 96 Ton Beras Disalurkan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

Bupati Aceh Tengah menyampaikan bahwa jumlah kampung terisolasi di wilayahnya terus berkurang seiring upaya pembukaan akses yang dilakukan pemerintah daerah.

“Sebelumnya ada 88 kampung yang terisolir. Alhamdulillah progres pembukaan akses terus berjalan dan menunjukkan perkembangan yang cukup baik,” kata Haili.

Saat ini, tercatat masih ada 38 kampung di Kabupaten Aceh Tengah yang terisolasi. Pemerintah daerah terus mempercepat pemulihan infrastruktur dan pembukaan akses jalan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Warga Kampung Terang Engon saat ini mengungsi di SD Negeri 18 Silih Nara. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Aceh Tengah menyerahkan langsung bantuan sembako, sandang pangan, serta bantuan uang pembersihan rumah sebesar Rp500.000 per rumah bagi warga terdampak.

Selain bantuan logistik, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menghadirkan layanan administrasi kependudukan langsung di lokasi pengungsian. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengganti KTP warga yang hilang akibat bencana. Sementara itu, ijazah yang hilang akan diproses melalui Dinas Pendidikan, Cabang Dinas, dan Kementerian Agama. Sertifikat tanah yang rusak atau hilang juga akan difasilitasi melalui Dinas Pertanahan.

Baca juga: Solidaritas Lintas Negara: Bantuan Malaysia Tiba untuk Korban Bencana Aceh

“Pelayanan ini kami hadirkan langsung di lokasi. Pemerintah harus hadir melayani masyarakat,” tegas Bupati Haili Yoga.

Dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda, Bupati menekankan agar aktivitas anak-anak tetap berjalan meski berada dalam situasi bencana.

“Anak-anak harus tetap sekolah dan sakit tetap mengaji. Kita tidak boleh berhenti hanya karena bencana,” ujarnya.

Di akhir kunjungan, Bupati Aceh Tengah juga menyempatkan diri menghibur anak-anak pengungsi bersama tim trauma healing sebagai upaya memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh Tengah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU