ACEH - Jembatan Darus kembali menjadi akses vital bagi warga setelah rampung dibangun pascabencana. Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Bener Kelipah dengan Kecamatan Permata itu berada di jalur antara Desa Lot Bener Kelipah dan Desa Bener Pepanyi, Kecamatan Permata.
Camat Bener Kelipah, Agus Arianto, S.T., pada Rabu (14/1/2026), menjelaskan bahwa jembatan tersebut sebelumnya putus total akibat banjir besar pada 26 November 2025. Kerusakan itu membuat transportasi warga antar kecamatan terputus dan tidak dapat dilalui sama sekali.
“Setelah jembatan putus, masyarakat dari kedua kecamatan dengan semangat gotong royong langsung membuat tali sling sebagai roda penyeberangan darurat. Selanjutnya juga dibangun jembatan darurat agar kendaraan roda dua bisa melintas,” ujar Agus.
Baca juga: Jembatan Tergerus Air, Pemkab Aceh Tengah Perbaiki Jalur Linge–Jagong Jeget
Tidak lama berselang, Satuan Zeni Tempur (Zipur) Batalyon III Siliwangi turun tangan membangun jembatan Bailey dengan bekerja siang dan malam. Berkat kerja cepat tersebut, pada Rabu, 14 Januari 2026, Jembatan Darus resmi rampung 100 persen dan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jembatan Bailey tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter dan mampu menahan beban hingga 25 ton. Dengan kapasitas tersebut, jembatan diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat serta menggerakkan aktivitas ekonomi dalam jangka panjang.
Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat kemudian menggelar acara syukuran, doa bersama, dan peusejuk.
Masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel TNI yang bekerja tanpa lelah hingga jembatan tersebut kembali berfungsi.
“Dengan selesainya Jembatan Darus, kami berharap aktivitas dan rutinitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” tutup Agus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Bener Meriah