Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 06 JANUARI 2026 • 23:09 WIB

Jembatan Tergerus Air, Pemkab Aceh Tengah Perbaiki Jalur Linge–Jagong Jeget

Jembatan Tergerus Air, Pemkab Aceh Tengah Perbaiki Jalur Linge–Jagong JegetPemkab Aceh Tengah bergerak cepat menangani akses terputus menuju Kampung Gemboyah dengan menurunkan alat berat dan menyiapkan normalisasi sungai. (Dok : Humas Aceh Tengah)

ACEH - Pasca terputusnya akses alternatif menuju Kampung Gemboyah, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., menurunkan alat berat untuk memperbaiki jalur tersebut, Minggu (4/1/2026).

Akses yang menghubungkan Kecamatan Linge dan Kecamatan Jagong Jeget itu terputus akibat oprit jembatan yang tergerus aliran air, sehingga jalan alternatif menuju Kampung Gemboyah melalui Kecamatan Jagong Jeget tidak dapat dilalui.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Jalur ini merupakan akses terdekat bagi warga empat kampung di Kecamatan Linge—Kampung Gemboyah, Antara, Arul Item, dan Pantan Reduk—untuk menjangkau pusat perbelanjaan di Kecamatan Jagong Jeget guna memenuhi kebutuhan pokok, dibandingkan harus menempuh jarak lebih jauh ke Kecamatan Linge.

Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Haili memastikan perbaikan segera dilakukan agar aktivitas perekonomian warga tidak terhenti.

Baca juga: Perumda Tirta Bengi Terima Hibah MCK Portable, Dorong Sanitasi Lebih Sehat

“Kita sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk alat berat yang sedang dalam perjalanan. Akses ini merupakan hal yang penting bagi masyarakat sehingga roda perekonomian di empat kampung ini tetap berjalan,” ucap Bupati Haili.

Selain perbaikan akses jalan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga akan melakukan normalisasi sungai di sekitar lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan debit air serta mencegah terjadinya luapan di kemudian hari. Beberapa titik yang berada dekat dengan permukiman warga juga akan diperkuat dengan penahanan tebing.

“Normalisasi sungai juga perlu dilakukan untuk mencegah meluapnya air ketika debit air meningkat. Selanjutnya, beronjong juga diperlukan untuk menahan daerah aliran sungai yang terlalu dekat dengan halaman rumah warga. Selain itu, jika memungkinkan aliran sungai akan dibuat lurus sehingga meminimalisir gerusan air sungai,” timpal Bupati Haili saat meninjau dampak luapan sungai yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haili juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai agar tidak memaksakan diri bermukim di lokasi yang rawan dan membahayakan keselamatan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memfasilitasi pembangunan hunian baru apabila masyarakat menyediakan lahan yang aman dan layak untuk relokasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh Tengah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jembatan Tergerus Air, Pemkab Aceh Tengah Perbaiki Jalur Linge–Jagong Jeget

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!