Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 16 JULI 2026 • 20:28 WIB

Dekranasda Banda Aceh Latih Perajin Bordir Berbasis Wastra Aceh, Dorong UMKM Makin Kreatif

Dekranasda Banda Aceh Latih Perajin Bordir Berbasis Wastra Aceh, Dorong UMKM Makin KreatifWali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membuka Pelatihan Bordir Kreatif Berbasis Wastra Aceh di BPVP Banda Aceh. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH -
Sebanyak 20 perajin bordir dari berbagai gampong di Kota Banda Aceh mengikuti Pelatihan Bordir Kreatif Berbasis Wastra Aceh yang digelar selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Juli 2026, di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh.

Peserta pelatihan merupakan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan perajin bordir yang telah memiliki kemampuan dasar di bidang tersebut. Selama pelatihan, mereka dibekali berbagai materi, mulai dari pengembangan desain berbasis wastra Aceh, teknik pembuatan pola, praktik membordir, proses finishing, pengendalian mutu, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi sinergi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh dan BPVP Banda Aceh yang dinilainya sebagai langkah konkret dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM.

“Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya produk yang bagus, tetapi juga produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.

Menurut Illiza, wastra Aceh bukan sekadar kain, tetapi juga merepresentasikan sejarah, nilai budaya, dan identitas masyarakat Aceh yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Pelestarian budaya akan semakin bermakna apabila mampu menghadirkan kesejahteraan. Ketika motif khas Aceh diolah menjadi produk fesyen dan suvenir, maka budaya dan ekonomi dapat tumbuh beriringan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Illiza juga memaparkan potensi ekonomi Kota Banda Aceh yang memiliki 269.552 penduduk dengan sekitar 47.460 pelaku UMKM. Ia menyebutkan, dalam setahun terakhir angka kemiskinan di Banda Aceh berhasil ditekan dari 6,95 persen menjadi 5,45 persen.

Baca juga: Kerajinan Aceh Level Up: Ketua Dekranasda Aceh Dorong Inovasi & Digitalisasi Perajin

Pelatihan bordir tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari implementasi program CEPAT (Ciptakan Ekonomi yang Produktif, Akseleratif, dan Tumbuh). Program itu juga sejalan dengan Banda Aceh Academy yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

Dekranasda Dorong Lahirnya Perajin Berdaya Saing

Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Amir Ridha, mengatakan pelatihan ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kerajinan.

“Kami ingin melahirkan perajin yang mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi. Pelestarian budaya akan kuat jika memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap karya bordir yang dihasilkan para peserta mampu memiliki ciri khas Banda Aceh dan dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Sekretaris Dekranasda Kota Banda Aceh, Inayati Sa’aduddin Djamal, menjelaskan pelatihan ini dikhususkan bagi perajin yang telah memiliki keterampilan dasar membordir.

“Yang kami lakukan adalah meningkatkan keterampilan mereka agar produk yang dihasilkan mampu bersaing tidak hanya di Aceh, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Inayati.

Ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring antarpengrajin agar mampu berkolaborasi dalam memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Banda Aceh

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dekranasda Banda Aceh Latih Perajin Bordir Berbasis Wastra Aceh, Dorong UMKM Makin Kreatif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!