Kerajinan Cinkhui asal Aceh Jaya resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025 oleh Kemendikbudristek. (Dok : Humas Aceh Jaya)
ACEH - Kabupaten Aceh Jaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kerajinan tradisional Cinkhui resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2025.
Penetapan ini diumumkan dalam Sidang Penetapan WBTb Indonesia yang digelar oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Hotel Sutasoma Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada 5–11 Oktober 2025.
Sidang tahunan tersebut menghadirkan para ahli warisan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam forum itu, Aceh Jaya menjadi salah satu daerah yang berhasil meloloskan karya budayanya melalui seleksi ketat di tingkat provinsi dan nasional, hingga akhirnya ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Baca juga: Dinsos Bantu Pemulangan Ibu dan Anak Terlantar dari Banda Aceh ke Aceh Jaya
Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., MAP, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pengakuan tersebut. Ia menyebut, penetapan Cinkhui menambah daftar warisan budaya asal Aceh Jaya yang telah diakui secara nasional, setelah sebelumnya tradisi Dike Pam Panga dan Seumeuleung Raja Daya juga mendapat pengakuan serupa.
“Dengan rasa syukur yang mendalam, kami bangga atas penetapan Kerajinan Cinkhui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025. Ini menjadi bukti bahwa Aceh Jaya memiliki kekayaan budaya yang bernilai tinggi dan patut dilestarikan,” ujar Safwandi, Sabtu (11/10/2025), saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh pihak yang berkomitmen melestarikan kekayaan budaya daerah.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah berjuang hingga Cinkhui menembus pencapaian tingkat nasional. Keberhasilan ini adalah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Aceh Jaya,” tutupnya.
Kehadiran Cinkhui dalam daftar WBTb menjadi bukti nyata pengakuan atas kekayaan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Aceh Jaya. Selain memiliki nilai estetika tinggi, kerajinan ini juga mencerminkan filosofi ketekunan, warisan leluhur, serta identitas budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Aceh Jaya