ACEH - Peran guru madrasah dalam pengembangan ilmu pengetahuan kembali mendapat sorotan melalui capaian akademik yang diraih Muhammad Putra Aprullah, M.Si. Guru MAN 1 Banda Aceh itu resmi meraih gelar doktor bidang Ilmu Manajemen konsentrasi Akuntansi Keuangan dari Universitas Syiah Kuala, Sabtu (14/2/2026).
Ia lulus dengan predikat cum laude dan IPK 3,97 hanya dalam waktu enam semester.
Pencapaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa guru madrasah tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga dapat menjadi peneliti aktif sekaligus produsen pengetahuan yang relevan dengan perkembangan global. Keberhasilan ini mencerminkan perubahan peran guru dalam ekosistem pendidikan nasional yang kini menuntut integrasi pengajaran, riset, dan pengabdian masyarakat.
Gelar doktor (Dr Muhammad Putra Aprullah SE Ak MSi) diperoleh setelah ia mempertahankan disertasi berjudul “Investigasi Efek Moderasi Tata Kelola Perusahaan dan Risiko ESG terhadap Hubungan antara Pengungkapan ESG dan Biaya Utang.”
Penelitian tersebut mengkaji hubungan praktik tata kelola perusahaan, risiko Environmental, Social, and Governance (ESG), serta dampaknya terhadap biaya pendanaan perusahaan. Hasil riset menunjukkan bahwa isu keberlanjutan bukan lagi sekadar konsep normatif, tetapi telah menjadi faktor nyata dalam pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan, di mana transparansi dan tata kelola yang baik berpengaruh terhadap kepercayaan kreditor dan investor.
Baca juga: USK Buka Jalur Prestasi 2026: Peluang Emas Buat Talenta Muda!
Peraih hadiah umrah saat HAB 2023 itu menekankan agar riset tidak berhenti pada ranah akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan pembuat kebijakan, pelaku industri, serta regulator, khususnya di negara berkembang. Dengan demikian, penelitian diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dan praktik bisnis dalam pembiayaan berkelanjutan.
Sidang promosi doktor berlangsung terbuka dengan melibatkan penguji dari Universitas Syiah Kuala dan penguji eksternal dari Universitas Padjadjaran. Tim penguji menilai disertasi memiliki kekuatan teoretis dan metodologis serta memberikan kontribusi empiris penting bagi kajian ESG dan pembiayaan berkelanjutan. Karya ilmiah tersebut dinilai menunjukkan kedalaman analisis dan relevansi dengan dinamika tata kelola serta keuangan di negara berkembang.
Predikat kelulusan dengan pujian juga mencerminkan konsistensi akademik selama masa studi doktoral periode 2023–2026. Sejak mengajar pada 2011 di MAN 1 Banda Aceh, Muhammad Putra Aprullah dikenal aktif mengembangkan pembelajaran inovatif dan budaya literasi di madrasah.
Ia memandang madrasah bukan sekadar ruang transfer pengetahuan, tetapi tempat membangun nalar kritis, literasi ilmiah, dan karakter peserta didik. Karena itu, ia berusaha memberi teladan dengan terus belajar dan melakukan penelitian agar nilai akademik tidak hanya diajarkan, tetapi dipraktikkan langsung.
Selama menempuh studi doktoral di bawah bimbingan tim promotor, ia menulis 25 artikel ilmiah. Sebanyak sembilan artikel telah terbit di jurnal bereputasi terindeks Scopus, Web of Science, dan Sinta, sementara 16 lainnya masih dalam proses penelaahan.
Topik risetnya meliputi ESG, tata kelola perusahaan, keuangan dan akuntansi syariah, pengembangan berbasis kearifan lokal, hingga integrasi nilai spiritual dalam pembelajaran modern. Selain jurnal, ia juga menerbitkan empat buku akademik tentang manajemen, akuntansi syariah, filsafat ilmu, serta literasi dan kepenulisan.
Di tingkat nasional dan internasional, ia kerap menjadi session chair, presenter, hingga narasumber konferensi ilmiah. Ia juga meraih berbagai penghargaan, termasuk guru inspiratif dan sejumlah prestasi akademik internasional.
Dalam basis data ilmiah global, namanya tercatat sebagai peneliti pada Scopus, Web of Science, dan Sinta. Pengakuan ini membuka peluang kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu.
Capaian tersebut dipandang bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi menunjukkan perubahan paradigma peran guru madrasah sebagai penggerak ilmu pengetahuan dan agen perubahan sosial.
Baginya, gelar doktor bukan akhir perjalanan, melainkan amanah untuk terus berbagi ilmu, memperkuat pendidikan madrasah, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk meningkatkan kapasitas akademik dan berani berkiprah di dunia ilmiah nasional maupun internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenag Aceh