ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan sejumlah agenda untuk memeriahkan Ramadhan tahun ini. Dua kegiatan utama yang digelar yakni Peukan Raya Ramadhan dan Pekan QRIS Ramadhan, yang dipusatkan di kawasan Pasar Aceh.
Peukan Raya Ramadhan 1447 H berlangsung selama 15 hari, mulai 27 Februari hingga 13 Maret 2026, di bekas lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS). Sementara itu, Pekan QRIS Ramadhan digelar lebih lama, yakni 20 Februari sampai 15 Maret 2026 di gedung Pasar Aceh baru yang berada di area yang sama.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan Peukan Raya Ramadhan dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan menghimpun pedagang takjil dan pelaku UMKM dalam satu ruang niaga terpadu di pusat kota.
“Peukan Raya Ramadhan merupakan festival ekonomi berbasis masyarakat yang diinisiasi Pemerintah Kota Banda Aceh dengan mengusung semangat Khanduri-Raseuki-Silaturahmi. Acara ini mengintegrasikan budaya lokal dengan penguatan ekonomi umat,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha, pemerintah kota menyediakan 100 los pameran gratis bagi UMKM kuliner yang lolos proses kurasi. Seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas dan kesiapan peserta.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan bit.ly/UMKM-PRRAMADHAN2026 yang dapat diakses pelaku UMKM mulai pukul 22.00 WIB.
Menurut Illiza, kegiatan ini diharapkan menjadi penggerak kebangkitan ekonomi kota dengan menghidupkan kembali pusat perdagangan serta memperkuat ketahanan UMKM.
“Kita ingin menghidupkan kembali pusat perdagangan, meningkatkan perputaran transaksi, serta memperkuat ketahanan UMKM sebagai bagian dari pilar utama ekonomi Banda Aceh,” ujarnya.
Baca juga: Gedung Pasar Aceh Shopping Center Dibongkar, Banda Aceh Siap Punya Spot Parkir & Kuliner Baru
Sementara itu, Pekan QRIS Ramadhan Pasar Atjeh menjadi upaya mendorong digitalisasi pasar tradisional melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sistem pembayaran non-tunai ini diharapkan mempermudah transaksi masyarakat secara praktis dan aman, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
“Serta menghadirkan pengalaman Ramadhan yang positif dan aman serta memperkuat keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif,” ujar Illiza.
Selama kegiatan berlangsung, area pedestrian dan lantai tiga Pasar Atjeh akan diisi berbagai aktivitas, seperti bazar kuliner dan night market, peukan kue lebaran, workshop literasi keuangan, serta pembagian kupon belanja Ramadhan.
Selain itu juga digelar bazar pakaian lebaran untuk sekitar 500 anak yatim, lomba islami anak, hingga kegiatan ngabuburit bersama komunitas.
Pekan QRIS Ramadhan Pasar Atjeh terselenggara melalui kolaborasi pemerintah kota melalui UPTD Pasar dan pengelola Pasar Atjeh bersama Ate Fulawan Media dan YouthID Foundation, dengan dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh serta Bank Syariah Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Pasar Atjeh diharapkan tidak hanya menjadi pusat transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan pembelajaran masyarakat selama Ramadhan.
“Sekaligus bergerak menuju ekosistem ekonomi digital yang inklusif, sejalan dengan semangat Kota Kolaborasi yang merupakan visi pemerintahan kami,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh