Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 22:16 WIB

Kemenag Aceh Luncurkan Kurikulum Ramadhan, Siswa Belajar Agama Sekaligus AI

Author

Program KURMA mulai diterapkan di madrasah Aceh. Ramadan dimanfaatkan untuk penguatan iman, karakter, dan kemampuan teknologi siswa. (Dok : Kemenag Aceh)
ACEH -
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh meluncurkan program inovatif bertajuk Kurikulum Ramadhan (KURMA) yang akan diterapkan di seluruh madrasah se-Aceh. Program ini menjadi langkah strategis untuk menjadikan bulan suci sebagai momentum penguatan spiritual, pembentukan karakter, sekaligus menjaga mutu pembelajaran akademik siswa.

KURMA ditujukan bagi semua jenjang madrasah, mulai Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, menjelaskan program tersebut disusun agar proses belajar selama Ramadhan tidak berjalan seperti hari biasa, melainkan lebih sarat makna dan terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.

“Melalui KURMA, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengejar target akademik, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat spiritualitas, dan menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik,” ujar Khairul Azhar.

Baca juga: Dinas Pendidikan Aceh Atur Sekolah Selama Ramadhan, Ini Jadwal Libur & Belajarnya

Pelaksanaan KURMA dibagi dalam dua kategori, yakni madrasah terdampak dan tidak terdampak bencana hidrometeorologi, sehingga kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Pada madrasah terdampak, aktivitas diarahkan pada pemulihan spiritual dan psikososial melalui pembelajaran adaptif, pesantren terapi rohani Ramadan, buka puasa bersama sederhana di ruang darurat, edukasi mitigasi bencana, hingga layanan keagamaan terpadu.

Sementara itu, madrasah yang tidak terdampak menjalankan penguatan spiritual dan keilmuan melalui tadarus dan tafsir Al-Qur’an keliling, kultum estafet siswa, manajemen qalbu dan muhasabah, serta beragam kegiatan kreatif dan kompetisi. Program ini juga mencakup penguatan digitalisasi madrasah melalui pengenalan coding dan kecerdasan artifisial (AI), serta aksi sosial Ramadhan Berbagi.

“Kami berharap KURMA menjadi ruang transformasi. Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan positif dalam diri siswa madrasah,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU