ACEH - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., menyampaikan tausiah Ramadan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis malam (19/2/2026).
Dalam ceramah bakda Isya berjamaah pada malam kedua Ramadhan tersebut, Kakanwil mengajak jamaah tidak hanya menitikberatkan pada kaifiat (tata cara) atau fikih puasa, tetapi juga berupaya meraih hikmah serta tujuan dari ibadah puasa dan amalan yang menyertainya.
Di hadapan jamaah yang memadati hingga ke halaman masjid di bawah payung, ia menekankan pentingnya memahami maqashidus syari’ah ash-shiyam seiring dengan pengamalan fikih puasa.
Baca juga: Banyak yang Salah! Ini Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Anjuran
Di antara tujuan diwajibkannya puasa, katanya, ialah mencapai derajat takwa (tattaqun) sebagaimana penutup ayat 183 Surah Al-Baqarah.
Ia menjelaskan, ibadah puasa juga bertujuan menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga kesehatan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi dan kekeluargaan.
Selain itu, puasa menjadi sarana membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs), mengendalikan hawa nafsu, dan menumbuhkan empati, agar ibadah yang dijalankan memberi dampak bagi umat dan lingkungan.
Pengendalian diri saat berpuasa, lanjutnya, antara lain dengan menjaga lisan dan anggota tubuh serta menumbuhkan husnuzan kepada sesama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenag Aceh