Suasana berbuka puasa: disunnahkan memulai dengan yang manis dan ringan sebelum makan utama agar tubuh tidak kaget setelah seharian berpuasa.
ACEH - Memasuki bulan Ramadhan, umat Islam kembali menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Saat adzan Maghrib berkumandang, ada satu amalan yang hampir selalu dilakukan: membaca doa berbuka.
Namun di tengah masyarakat, dikenal lebih dari satu bacaan doa. Sebagian orang membaca doa yang diajarkan sejak kecil, sementara sebagian lain memilih bacaan yang disebut berasal dari riwayat hadis yang lebih kuat. Perbedaan ini kerap memunculkan pertanyaan — mana yang sebenarnya sesuai sunnah?
Bacaan yang paling umum dikenal adalah:
Arab
اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت
Latin
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu
Arti
Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.
Doa ini telah lama diajarkan di keluarga maupun pendidikan dasar. Maknanya berisi pengakuan ibadah dan rasa syukur, sehingga tetap boleh diamalkan.
Namun sejumlah ulama menjelaskan, riwayat hadisnya tidak sekuat bacaan lain yang secara langsung menggambarkan praktik Nabi setelah berbuka.
Dalam beberapa kitab hadis disebutkan, setelah benar-benar berbuka Rasulullah membaca:
Arab
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
Latin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber