ACEH - Di tengah masa cuti bersama Lebaran 2026, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh tetap membuka layanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi, terutama untuk keperluan mendesak.
Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, menyampaikan bahwa layanan selama cuti bersama difokuskan pada kebutuhan prioritas, seperti perekaman biometrik KTP elektronik (KTP-el), penggantian KTP-el rusak, pengurusan Kartu Keluarga (KK), serta pengambilan dokumen kependudukan lainnya.
“Jam operasional kami sesuaikan, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kami juga mengatur jadwal piket petugas selama empat hari layanan di Kantor Disdukcapil, Gedung A Balai Kota,” ujar Heru, Selasa (24/3/2026).
Layanan tersebut tetap dibuka pada beberapa hari selama masa cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah, yakni Rabu (18/3), Jumat (20/3), Senin (23/3), dan Selasa (24/3). Kehadiran layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan dokumen penting, terutama yang berkaitan dengan akses layanan publik lainnya.
Heru menegaskan bahwa dokumen kependudukan memiliki peran krusial, terutama dalam situasi darurat. Ia mencontohkan adanya warga yang membutuhkan dokumen untuk keperluan medis di rumah sakit yang tidak bisa ditunda.
Baca juga: Empat ASN Terbaik Disdukcapil Banda Aceh Terima Penghargaan, Ini Nama-Namanya
“Ada warga yang membutuhkan dokumen untuk keperluan operasi di rumah sakit. Hal seperti ini tidak bisa ditunda, sehingga kami tetap membuka layanan meskipun di hari libur,” jelasnya.
Selama pelaksanaan layanan di masa cuti Lebaran, antusiasme masyarakat tercatat cukup tinggi. Pada Rabu (18/3), sebanyak 22 warga memanfaatkan layanan, terdiri dari perekaman KTP-el perdana untuk dua orang, penggantian KTP rusak sebanyak dua kasus, pengurusan KK oleh 11 warga, serta pengambilan dokumen oleh tujuh orang.
Sementara itu, pada Jumat (20/3), terdapat tiga warga melakukan perekaman KTP-el dan dua warga lainnya mengambil dokumen. Pada Senin (23/3), layanan dihadiri 10 warga, dan jumlah yang sama juga tercatat pada Selasa (24/3), dengan berbagai keperluan seperti pengurusan KK oleh empat orang, layanan KTP untuk empat orang, serta pengambilan dokumen oleh dua warga.
Menutup keterangannya, Heru menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan prioritas utama Disdukcapil tanpa mengenal waktu.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir melayani masyarakat, terutama dalam kondisi mendesak. Harapannya, kehadiran layanan ini dapat memberikan kemudahan dan kepastian bagi warga, kapan pun mereka membutuhkan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Disdukcapil Banda Aceh