Minggu, 29 MARET 2026 • 23:35 WIB

Cuaca Panas Tak Biasa, BPBD Aceh Besar Siagakan 10 Pos Antisipasi Karhutla

Author

Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si., saat menyampaikan imbauan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan akibat meningkatnya suhu dan cuaca panas di wilayah Aceh Besar. (Dok : MC Aceh Besar)

ACEH - Meningkatnya suhu udara dan kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir di wilayah Aceh Besar dan sekitarnya berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kondisi cuaca panas dipengaruhi oleh masuknya musim kemarau, yang ditandai dengan berkurangnya pembentukan awan dan dominasi sinar matahari.

“Dalam beberapa hari terakhir hingga ke depan, suhu udara di Aceh Besar cukup panas. Ini karena kita sudah memasuki masa kemarau, sehingga intensitas awan berkurang dan sinar matahari lebih dominan,” ujar Ridwan Jamil di Kota Jantho, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, posisi matahari yang berada di sekitar garis khatulistiwa turut memicu peningkatan suhu di sejumlah wilayah, seperti Aceh Besar, Kota Banda Aceh, dan Sabang. Minimnya tutupan awan membuat suhu terasa lebih terik, terutama pada siang hari.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Pasieraja Gencarkan Edukasi Cegah Karhutla

BPBD Aceh Besar juga mencatat munculnya sejumlah titik panas (hotspot) di beberapa wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan apabila tidak diantisipasi secara serius.

Sehubungan dengan itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran, khususnya saat membersihkan lahan atau kebun, karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri agar tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apapun. Hal ini penting untuk mencegah kebakaran yang bisa meluas dan berdampak besar terhadap lingkungan maupun keselamatan warga,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Aceh Besar bersama petugas pemadam kebakaran telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan. Sedikitnya 10 pos siaga telah disiapkan guna memantau kondisi wilayah serta memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran.

Ridwan menambahkan, kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.

“Kami telah menyiagakan personel di 10 pos yang ada. Ini untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan penanganan dapat dilakukan secara cepat jika terjadi kebakaran,” tutupnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU