ACEH - Masyarakat diminta agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman yang akhir-akhir ini semakin sering terjadi. Hal ini diumumkan melalui imbauan yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar.
Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si., yang akrab disapa RJ, mengingatkan warga untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuka lahan baru dengan cara membakar, mengusir hama dengan api, atau membakar sampah tanpa pengawasan.
“Dengan tingginya frekuensi kejadian kebakaran belakangan ini, kami mengimbau seluruh masyarakat Aceh Besar untuk lebih berhati-hati. Jangan membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar, karena risikonya sangat besar,” ujar RJ di Aceh Besar, Senin (22/9/2025).
Baca juga: Kandang Sapi Terbakar di Aceh Besar, 2 Ekor Hangus Dilalap Api
Belakangan ini, kebakaran kerap kali terjadi mulai dari lahan rumbia, rumpun bambu, kebun produktif, halaman rumah, kandang ternak, hingga rumah warga. Kondisi tersebut mengancam kelestarian lingkungan dan keselamatan hewan peliharaan masyarakat. Selain itu, juga dapat menimbulkan kerugian harta benda, kesehatan, dan mengancam jiwa.
“Sudah banyak kerugian yang ditimbulkan, bukan hanya materi tetapi juga korban hewan peliharaan yang ikut terbakar. Polusi udara dan rusaknya habitat alam juga menjadi dampak serius dari kebakaran ini,” jelas RJ.
Untuk mencegah semakin meluasnya kasus kebakaran, BPBD Aceh Besar mengharapkan keterlibatan semua pihak, baik instansi di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
RJ menekankan pentingnya peran pemerintah gampong melalui keuchik, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam menyampaikan bahaya serta ancaman pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Selain itu, BPBD Aceh Besar juga membuka layanan darurat yang dapat dihubungi masyarakat jika terjadi peristiwa yang membahayakan. “Kami meminta masyarakat segera melaporkan jika ada kejadian berbahaya ke nomor Emergency Call 811 6713 113,” tegasnya.
Kalaksa BPBD Aceh Besar berharap, kesadaran bersama dapat menekan angka kebakaran di wilayah Aceh Besar. “Partisipasi masyarakat sangat penting. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkas RJ.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MC Aceh Besar