Minggu, 05 APRIL 2026 • 21:47 WIB

Bupati Aceh Besar Tekankan Inovasi Sekolah, Kepala Sekolah Diminta Upgrade Cara Mengajar

Author

Bupati Aceh Besar Syech Muharram saat memberikan arahan kepada kepala sekolah dalam rapat MKKS SMP, dorong inovasi dan penguatan karakter siswa. (Dok : Mc Aceh Besar)
ACEH -
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram, mengharapkan para kepala sekolah terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa di wilayah Aceh Besar.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Aceh Besar yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal, di Aula Kantor MPU Aceh, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (4/4/2026).

“Saya berharap para kepala sekolah terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa di Aceh Besar,” ujarnya.

Dalam arahannya, Syech Muharram menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai motor penggerak kemajuan sekolah negeri, agar mampu bersaing bahkan lebih unggul dibandingkan sekolah swasta. Ia juga mengingatkan agar para kepala sekolah bersikap bijaksana dalam membina guru serta mendidik siswa dengan pendekatan yang tepat.

“Profesi guru sangatlah mulia. Banyak pahala yang bisa diperoleh dari profesi ini,” ungkapnya.

Selain itu, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan di lingkungan sekolah, baik antara kepala sekolah dengan guru maupun dengan wali murid. Menurutnya, perubahan yang ingin diwujudkan di Aceh Besar tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda.

Syech Muharram menegaskan bahwa pembentukan karakter yang baik menjadi bagian penting dari arah pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kata dia, telah mulai menjalankan sejumlah program, termasuk “beut kitab bak sikula” sebagai upaya penguatan nilai-nilai keagamaan di sekolah.

“Kami ingin mengubah karakter manusia di Aceh Besar agar menjadi lebih baik. Saya bersama bapak Syukri akan memastikan generasi penerus menjadi generasi yang lebih baik dari segala aspek di masa mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap sejarah lokal serta penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa bahasa Aceh harus terus dijaga agar tidak hilang di masa depan.

“Saya mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman tentang sejarah daerah kita sendiri, serta penerapan penggunaan bahasa Aceh di sekolah, agar tidak hilang begitu saja,” ujarnya.

Baca juga: Hari Pertama Sekolah, Camat Kuta Baro Tekankan Akhlak dan Adab Siswa

Pada kesempatan tersebut, Syech Muharram juga mengajak seluruh kepala sekolah untuk berperan aktif dalam mendukung upaya perubahan, khususnya di sektor pendidikan.

“Saya mengajak seluruh kepala sekolah untuk bersama-sama membantu pemerintah daerah dalam mendorong perubahan di Aceh Besar, terutama di dunia pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMP Aceh Besar, Fakhruddin menekankan pentingnya memperkuat kebersamaan antar kepala sekolah guna menyukseskan program pendidikan di daerah tersebut.

“Penting bagi kita semua untuk terus memperkuat kebersamaan di kalangan kepala sekolah demi mendukung suksesnya program pendidikan di Aceh Besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi dan kekompakan antar kepala sekolah menjadi kunci dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Sinergi dan kekompakan antar kepala sekolah menjadi kunci dalam mewujudkan visi dan misi bapak bupati dan bapak wakil bupati, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Besar,” katanya.

“Kami mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus memperkuat tali persaudaraan serta menyukseskan agenda pendidikan sesuai visi dan misi bupati dan wakil bupati, guna menciptakan generasi yang berkualitas, baik secara akademis maupun berakhlakul karimah,” tambahnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPU Aceh, Muhammad Hatta yang akrab disapa Abiya Hatta, dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama serta menghindari sikap yang dapat menyakiti orang lain.

“Jangan pernah menyakiti hati orang lain, karena akan sulit mendapatkan maaf dari orang tersebut,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk melakukan introspeksi diri, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia, serta memanfaatkan momen kebersamaan untuk saling memaafkan.

“Kita harus mampu menyucikan diri dari dosa, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia, serta memanfaatkan momen kebersamaan ini untuk saling membuka hati dan memaafkan,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU