Senin, 15 JUNI 2026 • 11:57 WIB

Stakeholder di Banda Aceh Sepakat Perkuat Program Gizi, KIA, dan Kesehatan Reproduksi

Author

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, membuka Pertemuan Koordinasi dan Komitmen Stakeholder Program Gizi, KIA, dan Kesehatan Reproduksi. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH -
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), khususnya Program Kesehatan Keluarga dan Gizi, menggelar Pertemuan Koordinasi dan Komitmen Stakeholder terkait Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Seventeen, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., didampingi Kepala Bidang Kesmas Dinkes Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM. Turut hadir Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Mainita Sary, SKM., MKM., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Rina Arlini, SKM., M.Kes., serta sejumlah pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wahyudi menegaskan bahwa upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, khususnya bagi ibu, anak, dan generasi muda, tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Dibutuhkan keterlibatan dan dukungan berbagai pihak agar program kesehatan dapat berjalan secara maksimal.

“Perlu adanya sinkronisasi program yang matang di tingkat daerah serta pemanfaatan data yang akurat guna mengintervensi berbagai permasalahan kesehatan, seperti stunting dan pemberian hak kesehatan reproduksi,” kata Wahyudi.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, menyamakan persepsi, sekaligus membangun komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program Gizi, KIA, dan Kespro di Kota Banda Aceh.

Baca juga: Diskominfotik Banda Aceh dan KIA Sepakat Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

“Kita diharapkan seluruh pihak terkait dapat meningkatkan sinergi dan berkolaborasi secara aktif. Dengan komitmen yang kuat, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan keluarga, penurunan angka stunting secara signifikan, serta terciptanya sistem pelaporan data yang lebih valid dan terintegrasi di Kota Banda Aceh,” harapnya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya. Perwakilan Dinas Kesehatan Aceh memaparkan hasil input layanan Program KIA, Gizi, dan Kespro Kota Banda Aceh melalui aplikasi Sigizi Terpadu (Si Gizi Kesga).

Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi untuk melihat validitas dan kualitas data yang dilaporkan daerah kepada pemerintah provinsi, sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kesmas Dinkes Kota Banda Aceh, Nurjannah, memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan Program KIA, Gizi, dan Kespro selama Triwulan I Tahun 2026. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam mengukur capaian program, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama tiga bulan pertama tahun berjalan.

Sementara itu, guna memperkuat perlindungan dan pelayanan kesehatan yang ramah bagi anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) turut memberikan materi terkait sosialisasi dan implementasi Program Puskesmas Ramah Anak.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak-hak anak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mereka di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi serta penyusunan komitmen bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Komitmen tersebut diharapkan menjadi landasan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Banda Aceh, khususnya pada bidang gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi.

Dinkes Banda Aceh Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Program Gizi, KIA, dan Kesehatan Reproduksi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), khususnya Program Kesehatan Keluarga dan Gizi, menggelar Pertemuan Koordinasi dan Komitmen Stakeholder terkait Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Seventeen, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., didampingi Kepala Bidang Kesmas Dinkes Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM. Turut hadir Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Mainita Sary, SKM., MKM., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Rina Arlini, SKM., M.Kes., serta sejumlah pemangku kepentingan dan pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wahyudi menegaskan bahwa upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, khususnya bagi ibu, anak, dan generasi muda, tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Dibutuhkan keterlibatan dan dukungan berbagai pihak agar program kesehatan dapat berjalan secara maksimal.

“Perlu adanya sinkronisasi program yang matang di tingkat daerah serta pemanfaatan data yang akurat guna mengintervensi berbagai permasalahan kesehatan, seperti stunting dan pemberian hak kesehatan reproduksi,” kata Wahyudi.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, menyamakan persepsi, sekaligus membangun komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program Gizi, KIA, dan Kespro di Kota Banda Aceh.

Baca juga: Banda Aceh Pecahkan Rekor! 86,32% Anak Sudah Punya KIA, Diapresiasi Kemendagri

“Kita diharapkan seluruh pihak terkait dapat meningkatkan sinergi dan berkolaborasi secara aktif. Dengan komitmen yang kuat, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan keluarga, penurunan angka stunting secara signifikan, serta terciptanya sistem pelaporan data yang lebih valid dan terintegrasi di Kota Banda Aceh,” harapnya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya. Perwakilan Dinas Kesehatan Aceh memaparkan hasil input layanan Program KIA, Gizi, dan Kespro Kota Banda Aceh melalui aplikasi Sigizi Terpadu (Si Gizi Kesga).

Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi untuk melihat validitas dan kualitas data yang dilaporkan daerah kepada pemerintah provinsi, sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kesmas Dinkes Kota Banda Aceh, Nurjannah, memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan Program KIA, Gizi, dan Kespro selama Triwulan I Tahun 2026. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam mengukur capaian program, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama tiga bulan pertama tahun berjalan.

Sementara itu, guna memperkuat perlindungan dan pelayanan kesehatan yang ramah bagi anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) turut memberikan materi terkait sosialisasi dan implementasi Program Puskesmas Ramah Anak.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak-hak anak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mereka di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi serta penyusunan komitmen bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Komitmen tersebut diharapkan menjadi landasan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Banda Aceh, khususnya pada bidang gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU