Rabu, 17 JUNI 2026 • 22:50 WIB

Guru PAUD Jadi Garda Terdepan Wajib Belajar 13 Tahun, Ini Pesan Bunda PAUD Aceh Besar

Author

Ketua Pokja I Bunda PAUD Aceh Besar, Hj Nurul Fazli, membuka Pelatihan Guru PAUD Wilayah V di Darussalam. (Dok : MC Aceh Besar)
ACEH -
Ketua Pokja I Bunda PAUD Aceh Besar, Hj Nurul Fazli, S.Ag., menegaskan bahwa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program Wajib Belajar 13 Tahun yang kini menjadi kebijakan nasional. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Guru PAUD Kabupaten Aceh Besar Wilayah V di Gedung UDKP Kecamatan Darussalam, Senin (15/6/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar tersebut diikuti para guru PAUD dari Kecamatan Darussalam, Kuta Baro, Krueng Barona Jaya, Mesjid Raya, dan Baitussalam.

Dalam sambutannya, Nurul Fazli menjelaskan bahwa kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menempatkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai fondasi awal sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar dan menengah.

“Artinya, pintu gerbang kesuksesan wajib belajar 13 tahun ini ada di tangan Ibu-ibu para guru PAUD sekalian. Jika gerbang pertama kuat, maka perjalanan pendidikan anak-anak kita ke depan akan jauh lebih mudah,” kata Nurul Fazli.

Menurutnya, Pokja Bunda PAUD Aceh Besar berkomitmen mengawal implementasi kebijakan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas hingga ke tingkat gampong.

Ia menilai keberhasilan program Wajib Belajar 13 Tahun sangat ditentukan oleh dua aspek utama, yakni aksesibilitas dan kualitas pendidikan. Aksesibilitas berkaitan dengan upaya memastikan seluruh anak usia dini memperoleh layanan PAUD, sedangkan kualitas berfokus pada penyelenggaraan proses belajar yang menyenangkan dan sesuai kebutuhan anak.

Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru dapat memperkuat transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Pembelajaran di PAUD harus dilakukan melalui metode bermain yang bermakna, bukan berfokus pada penguasaan calistung secara berlebihan, tetapi pada pembentukan kemampuan fondasi dan kematangan emosional anak,” ucapnya.

Baca juga: Bunda PAUD Aceh Besar Salurkan 300 Paket Sembako di Montasik

Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, Nurul Fazli juga mendorong para guru PAUD agar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan aktif menyosialisasikan pentingnya pendidikan anak usia dini.

“Saya berharap sepulang dari pelatihan ini, para guru dapat berkolaborasi dengan Pokja PAUD kecamatan dan gampong untuk menyosialisasikan program Wajib Belajar 13 Tahun kepada orang tua dan perangkat gampong. Kita harus memastikan tidak ada lagi anak usia dini di Kabupaten Aceh Besar yang melewatkan masa emasnya tanpa merasakan pendidikan PAUD,” tegasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para pendidik PAUD yang selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh kesabaran, kreativitas, dan keikhlasan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Pokja Bunda PAUD Aceh Besar akan terus berupaya menjadi mitra para guru dengan menyuarakan berbagai aspirasi serta memperkuat sinergi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik PAUD di Aceh Besar,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Aceh Besar, Fahrurrazi, S.E., mengapresiasi Bunda PAUD dan Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh Besar yang telah menggagas pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD.

“Program pelatihan ini adalah usulan dari Bunda PAUD dan Ketua Pokja PAUD. Kita patut mengapresiasikannya,” ungkapnya.

Fahrurrazi berharap para guru PAUD terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik dari aspek pembelajaran maupun pembentukan karakter anak, sehingga mampu melahirkan generasi yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Tentunya, kami berharap para pendidik PAUD terus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran, baik dari sisi edukatif maupun pembentukan karakter anak, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, mandiri, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” pungkas Fahrurrazi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU