Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki di Aceh. (Dok : Dinas Pariwisata BM)
ACEH - Gunung Burni Telong menjadi salah satu tujuan pendakian paling populer di Aceh. Gunung berapi aktif yang berada di kawasan dataran tinggi Gayo ini menawarkan panorama alam yang memikat, mulai dari hamparan perkebunan kopi, lautan awan, hingga pemandangan matahari terbit yang menjadi daya tarik utama bagi para pendaki.
Dengan ketinggian sekitar 2.624 meter di atas permukaan laut (mdpl), Burni Telong terletak di wilayah Kabupaten Bener Meriah dan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah. Karakter jalurnya yang relatif bersahabat membuat gunung ini kerap menjadi pilihan bagi pendaki pemula yang ingin merasakan pengalaman mendaki gunung untuk pertama kalinya.
Burni Telong dikenal memiliki bentang alam yang beragam. Di awal perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan perkebunan dan vegetasi pegunungan yang masih terjaga. Semakin mendekati puncak, lanskap berubah menjadi area terbuka yang memungkinkan pendaki menikmati panorama pegunungan Bukit Barisan dari berbagai sudut.
Saat cuaca cerah, puncak Burni Telong menyajikan pemandangan spektakuler berupa lautan awan yang membentang luas. Momen matahari terbit menjadi salah satu waktu yang paling dinanti karena menghadirkan perpaduan warna langit yang memukau di atas dataran tinggi Gayo.
1.Jalur Pendakian via Rembune
Jalur Rembune merupakan rute yang paling banyak digunakan pendaki. Titik awal pendakian berada di kawasan Kampung Rembune, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
Medan pendakian pada jalur ini relatif jelas dan mudah diikuti. Pendaki akan melewati beberapa titik istirahat sebelum mencapai kawasan puncak. Dengan kondisi fisik yang baik, perjalanan menuju puncak umumnya dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga hingga lima jam.
Karena tingkat kesulitannya yang tidak terlalu tinggi, jalur ini cukup direkomendasikan bagi pendaki pemula maupun wisatawan yang ingin menikmati keindahan Burni Telong tanpa harus menghadapi medan ekstrem.
2. Jalur Alternatif via Wih Pesam
Selain Rembune, terdapat jalur alternatif melalui kawasan Wih Pesam. Jalur ini cenderung lebih menantang karena memiliki beberapa tanjakan yang cukup terjal dan vegetasi yang lebih rapat.
Rute tersebut umumnya dipilih oleh pendaki yang telah memiliki pengalaman mendaki sebelumnya. Estimasi waktu tempuh menuju puncak berkisar antara empat hingga enam jam, tergantung kondisi cuaca dan kemampuan fisik pendaki.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum mendaki Burni Telong adalah ketersediaan sumber air. Pendaki disarankan membawa persediaan air yang cukup sejak dari basecamp karena sumber air tidak selalu tersedia di sepanjang jalur pendakian, terutama mendekati area puncak.
Bagi pendaki yang ingin bermalam, tersedia sejumlah lokasi yang biasa digunakan sebagai area berkemah. Titik-titik tersebut berada di kawasan yang relatif datar dan aman untuk mendirikan tenda.
Meski demikian, banyak pendaki memilih melakukan pendakian pulang-pergi dalam satu hari atau dikenal dengan istilah tektok karena jarak tempuh menuju puncak tergolong tidak terlalu panjang.
Sebelum memulai pendakian, pengunjung diwajibkan melakukan registrasi di basecamp pendakian. Pendataan dilakukan untuk memudahkan pengelola memantau jumlah pendaki yang berada di kawasan gunung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber