Aktivitas transportasi laut di Banda Aceh dan Aceh Besar terus menjadi penggerak konektivitas, wisata, dan distribusi logistik di Aceh. (Dok : Dishub Aceh)
Aktivitas transportasi laut di Banda Aceh dan Aceh Besar terus menjadi penggerak konektivitas, wisata, dan distribusi logistik di Aceh. (Dok : Dishub Aceh)
ACEH - Transportasi laut masih menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat di Aceh, khususnya di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Selain mendukung aktivitas penyeberangan penumpang, sejumlah pelabuhan dan dermaga di kawasan ini juga berperan penting dalam distribusi logistik, perdagangan, hingga sektor pariwisata bahari.
Keberadaan pelabuhan tersebut menjadi penghubung utama antarwilayah, terutama untuk jalur Banda Aceh–Sabang yang setiap hari melayani mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Pelabuhan Ulee Lheue yang berada di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, menjadi salah satu pelabuhan penumpang paling aktif di Aceh.
Pelabuhan ini melayani kapal ferry RoRo, kapal cepat penumpang, serta penyeberangan kendaraan menuju Pulau Weh, Sabang.
Rute utama yang dilayani yakni Banda Aceh–Balohan Sabang dengan estimasi perjalanan sekitar 45 menit menggunakan kapal cepat dan 1,5 hingga 2 jam menggunakan kapal ferry RoRo.
Selain menjadi pusat penyeberangan, Pelabuhan Ulee Lheue juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti ruang tunggu penumpang, area parkir kendaraan, loket tiket, hingga akses transportasi umum dan layanan transportasi online.
Pelabuhan Malahayati yang terletak di Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, memiliki fungsi utama sebagai pelabuhan niaga dan distribusi logistik.
Aktivitas di pelabuhan ini didominasi dengan kapal kargo, bongkar muat barang, serta distribusi kebutuhan industri dan perdagangan.
Pelabuhan Malahayati juga menjadi salah satu pelabuhan strategis di Aceh karena mendukung arus logistik dari dan menuju berbagai daerah di Indonesia.
Dermaga Lampulo dikenal sebagai pusat aktivitas nelayan dan perikanan masyarakat pesisir Banda Aceh.
Setiap hari, kawasan ini dipadati aktivitas kapal nelayan yang bersandar untuk membongkar hasil tangkapan laut sebelum dipasarkan ke sejumlah wilayah.
Selain menjadi tempat sandar kapal nelayan, Dermaga Lampulo juga memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir melalui aktivitas pelelangan ikan dan distribusi hasil laut.
Dermaga Krueng Raya di Kabupaten Aceh Besar turut menjadi bagian penting dalam aktivitas transportasi laut masyarakat pesisir.
Dermaga ini dimanfaatkan untuk aktivitas nelayan, distribusi hasil laut, serta akses menuju sejumlah kawasan wisata bahari di Aceh Besar.
Beberapa jalur penyeberangan laut yang aktif di Banda Aceh dan Aceh Besar meliputi:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber