Perwakilan Disdik Dayah Kota Banda Aceh mengikuti Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh yang diwakili Sekretaris Drs. Rahmat Kadafi, M.M., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Jauhari, S.Sos., serta Kasubbag Keuangan dan Pelaporan Marwan, S.E., M.Si., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Grand City Hall Medan pada 1–3 Juli 2026.
Kehadiran perwakilan Disdik Dayah menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap agenda nasional yang mempertemukan pemerintah kota se-Indonesia. Forum tersebut bertujuan memperkuat sinergi pembangunan daerah, meningkatkan daya saing kota, sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor, terutama investasi dan pengembangan ekonomi.
Pembukaan Rakernas XVIII APEKSI ditandai dengan prosesi pemukulan Gordang Sambilan yang turut diikuti Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Prosesi tersebut dilakukan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Direktur Eksekutif APEKSI, jajaran pengurus APEKSI, serta Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.
Baca juga: Meski Diguyur Hujan, Delegasi Banda Aceh Tampil Memukau di Karnaval Nusantara APEKSI 2026
Rakernas XVIII APEKSI diikuti oleh 98 pemerintah kota dari seluruh Indonesia dengan beragam agenda strategis, di antaranya Sidang Pleno, Forum Bisnis dan Investasi, Indonesia City Expo, Ladies Program, Youth City Changers, serta sejumlah kegiatan lain yang bertujuan memperkuat kolaborasi antarpemerintah daerah.
Selain mengikuti forum utama, Pemerintah Kota Banda Aceh juga ambil bagian dalam Indonesia City Expo dengan menampilkan berbagai produk unggulan UMKM, inovasi pelayanan publik, serta potensi investasi daerah.
Partisipasi tersebut diharapkan mampu memperkenalkan berbagai potensi Kota Banda Aceh kepada investor maupun masyarakat luas, sekaligus memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota yang terbuka terhadap investasi, inovasi, dan kolaborasi pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh