Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 23:33 WIB

Mahasiswa USK Luncurkan DaurTani, Platform AI yang Hubungkan Petani dengan Industri

Mahasiswa USK Luncurkan DaurTani, Platform AI yang Hubungkan Petani dengan IndustriMahasiswa Informatika USK memperkenalkan DaurTani, platform digital berbasis AI yang menghubungkan petani dengan industri. (Dok : USK)
ACEH -
Sekelompok mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK), menghadirkan inovasi digital bernama DaurTani, sebuah platform business-to-business (B2B) yang dirancang untuk menghubungkan petani di pedesaan dengan pembeli (offtaker) berskala industri.

Platform ini dikembangkan untuk menjawab persoalan terbatasnya akses pasar yang selama ini dihadapi petani. Dengan antarmuka yang ramah pengguna, DaurTani memudahkan petani memasarkan komoditasnya sekaligus terhubung dengan jaringan logistik yang andal.

Pada tahap awal, DaurTani berfokus pada dua komoditas utama, yakni tempurung dan sabut kelapa serta daun nilam kering. Selain menjadi sarana transaksi, platform ini juga dilengkapi AI Assistant yang memberikan edukasi, rekomendasi harga secara real time, panduan pengolahan, hingga standar kualitas produk sesuai kebutuhan industri.

Ketua tim pengembang, Shafa Disya Aulia, mengatakan ide tersebut lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya nilai jual hasil pertanian di tingkat petani.

“Ide DaurTani lahir dari keresahan melihat rendahnya pendapatan petani. Banyak potensi komoditas seperti limbah kelapa dan daun nilam yang sebenarnya bernilai tinggi, namun belum tergarap optimal untuk menembus pasar industri besar,” ujar Shafa.

Raih Pendanaan P2MW 2026

DaurTani dikembangkan oleh Shafa Disya Aulia bersama Glenn Hakim, Ahmad Syah Ramadhan, Dea Zasqia Pasaribu Malau, dan Dian Islami di bawah bimbingan Maulyanda, S.Tr.Kom., M.Kom.

Berkat inovasi tersebut, tim berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek 2026 pada kategori Tahap Bertumbuh.

Baca juga: Mahasiswa FMIPA USK Raih Bronze Medal di International Youth Summit 2026 Malaysia

Pada tahun pertama, tim menargetkan lebih dari 50 mitra petani di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki potensi besar pada komoditas kelapa dan nilam. Hasil produksi petani nantinya akan diserap oleh sejumlah mitra strategis, termasuk eksportir briket dan PT Ugreen Aromatics International.

Lebih dari sekadar platform perdagangan, DaurTani dibangun sebagai ekosistem digital yang mendorong pemberdayaan ekonomi petani sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian secara berkelanjutan. Platform ini juga menyediakan edukasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kapasitas petani serta mendorong regenerasi petani muda di era digital.

Salah satu anggota tim, Glenn Hakim, menegaskan bahwa DaurTani memiliki visi yang lebih luas dibandingkan sekadar aplikasi jual beli.

“Kami tidak ingin berhenti sebagai aplikasi perdagangan saja. Kami ingin DaurTani menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi yang dirancang mahasiswa mampu menjawab tantangan ekonomi nyata sekaligus memperkuat kestabilan pasokan bahan baku bagi industri hijau di Indonesia.”

Melalui dukungan hibah P2MW, tim DaurTani optimistis dapat memperluas jangkauan ekosistem perdagangan digital dari Sumatera ke tingkat nasional, sekaligus menghadirkan solusi yang berdampak bagi petani, industri, dan keberlanjutan lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: USK

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa USK Luncurkan DaurTani, Platform AI yang Hubungkan Petani dengan Industri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!