Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 25 JUNI 2026 • 16:05 WIB

Angka Kemiskinan Aceh Tengah Turun, Reformasi Birokrasi Dinilai Beri Dampak Nyata

Angka Kemiskinan Aceh Tengah Turun, Reformasi Birokrasi Dinilai Beri Dampak NyataBupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., bersama jajaran mengikuti pembahasan reformasi birokrasi di Jakarta. (Dok : Diskominfo Aceh Tengah)
ACEH -
Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Tengah dinilai menjadi salah satu indikator nyata keberhasilan tata kelola pemerintahan yang baik serta implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang berorientasi pada hasil.

Hal tersebut disampaikan Akhmad Hasmy, Ak., Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), dalam kegiatan pembahasan reformasi birokrasi yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman Kavling 69, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya diukur dari terpenuhinya aspek administratif, tetapi harus tercermin melalui dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu indikator tersebut adalah penurunan angka kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

“Ketika tata kelola pemerintahan semakin baik, dampaknya dapat dilihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan menurunnya angka kemiskinan. Inilah outcome yang ingin dicapai dari reformasi birokrasi dan implementasi SAKIP,” ujarnya.

Baca juga: Serius Tangani Kemiskinan, Bappenas Tinjau Program PKH di Banda Aceh

Data menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di Kabupaten Aceh Tengah mengalami tren penurunan. Pada 2023, angka kemiskinan tercatat sebesar 14,38 persen, kemudian turun menjadi 12,29 persen pada 2025. Capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai upaya reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah daerah telah memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Akhmad Hasmy menjelaskan, pemerintah saat ini terus mendorong terwujudnya birokrasi yang berorientasi pada kinerja (performance based bureaucracy). Melalui pendekatan tersebut, setiap program dan penggunaan anggaran diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kesejahteraan sosial.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., menyambut baik apresiasi yang diberikan dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk terus memperkuat implementasi SAKIP sebagai instrumen dalam memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Penurunan angka kemiskinan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan memastikan seluruh program pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih baik, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Aceh Tengah Jumadil Enka, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Gunawan Putra, Kepala Dinas KBP3A Aceh Tengah Helfi Triyansi, SST., M.Kes., Kepala BKPSDM Aceh Tengah Ruslan Ramadhan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah Miftahuddin, serta Kepala Bagian Organisasi Setdakab Aceh Tengah Muslim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh Tengah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Angka Kemiskinan Aceh Tengah Turun, Reformasi Birokrasi Dinilai Beri Dampak Nyata

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!