ACEH - Harga tanah di sejumlah kawasan di Kota Banda Aceh dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pertumbuhan pusat bisnis, kawasan kuliner, hingga pembangunan perumahan membuat nilai properti di ibu kota Provinsi Aceh itu semakin tinggi dari tahun ke tahun.
Beberapa titik bahkan disebut-sebut memiliki harga tanah yang mencapai belasan juta rupiah per meter persegi. Kawasan tersebut umumnya berada di pusat aktivitas ekonomi dan menjadi incaran para pelaku usaha maupun investor properti.
Tidak hanya masyarakat lokal, minat investor terhadap lahan strategis di Banda Aceh juga mulai meningkat karena dinilai memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.
Peunayong dikenal sebagai salah satu kawasan dengan harga tanah tertinggi di Banda Aceh. Wilayah yang menjadi pusat perdagangan dan kuliner itu hampir tidak pernah sepi dari aktivitas masyarakat.
Banyak ruko, pusat usaha, hingga bisnis kuliner berdiri di kawasan tersebut. Letaknya yang berada di pusat kota membuat nilai tanah di Peunayong terus mengalami kenaikan setiap tahun.
Di sejumlah titik strategis, harga tanah di kawasan ini disebut dapat menembus kisaran Rp15 juta hingga Rp25 juta per meter persegi, tergantung lokasi dan akses jalan.
Selain menjadi pusat ekonomi, Peunayong juga dekat dengan kawasan pemerintahan, wisata kota, serta jalur utama transportasi masyarakat.
Kawasan Lampineung juga masuk dalam daftar daerah dengan harga tanah cukup tinggi di Banda Aceh. Perkembangan pusat kuliner, fasilitas kesehatan, hingga kawasan hunian membuat nilai properti di wilayah tersebut terus meningkat.
Posisinya yang strategis serta berada di jalur penghubung menuju kawasan pendidikan Darussalam menjadikan Lampineung sebagai salah satu lokasi favorit untuk investasi maupun pembangunan rumah dan tempat usaha.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan ruko, kafe, rumah makan, hingga kompleks perumahan tumbuh cukup pesat di kawasan itu.
Harga tanah di Lampineung saat ini diperkirakan berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp15 juta per meter persegi, tergantung posisi lahan dan akses jalan.
Baca juga: Kenapa Gayo Dijuluki Negeri di Atas Awan? Ini Fakta dan Sejarahnya
Selain dikenal dengan wisata kopi dan kulinernya, Ulee Kareng juga menjadi salah satu kawasan hunian favorit di Banda Aceh.
Banyak masyarakat memilih tinggal di kawasan tersebut karena suasananya dinilai lebih nyaman dan memiliki akses yang cukup dekat menuju pusat kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber