Senin, 06 JULI 2026 • 04:13 WIB

Parfum Khas Banda Aceh Jadi Favorit Pengunjung, Stand Dekranasda Catat Omzet Puluhan Juta

Author

Parfum, bordir, dan produk unggulan UMKM Banda Aceh sukses menarik perhatian pengunjung Expo APEKSI 2026. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH -
Stand Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi pada gelaran Expo APEKSI XVIII di Medan. Berbagai produk unggulan UMKM berhasil menarik perhatian pengunjung, dengan parfum khas Banda Aceh menjadi produk yang paling diminati.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banda Aceh, Fahmi, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap parfum produksi pelaku UMKM Banda Aceh sangat tinggi selama pameran berlangsung.

“Dari seluruh produk, parfum jadi yang paling laku,” ujarnya, Jumat (2/7/2026).

Tingginya minat pengunjung terlihat dari ramainya stan parfum yang dipadati pembeli dari berbagai daerah. Sebagian besar di antaranya mengaku telah mengenal produk tersebut melalui pameran sebelumnya, sehingga kembali datang untuk mencoba varian terbaru sekaligus melakukan pembelian.

Baca juga: Rakernas APEKSI 2026 Jadi Ajang Disdik Dayah Banda Aceh Perluas Kolaborasi

Menurut Fahmi, respons positif tersebut menjadi bukti bahwa parfum khas Banda Aceh telah berhasil membangun kepercayaan sekaligus loyalitas pelanggan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain parfum, produk aksesoris dan kain bordir khas Banda Aceh juga mendapat perhatian pengunjung. Motif yang khas serta kualitas pengerjaan yang baik menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta produk kerajinan tradisional.

Selama tiga hari pelaksanaan Expo APEKSI XVIII, pelaku UMKM Banda Aceh berhasil membukukan omzet sekitar Rp30 juta hingga Rp40 juta.

“Ini pencapaiannya bagi pelaku UMKM kita,” ungkap Fahmi.

Ia menilai, Expo APEKSI merupakan ajang strategis untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. Kegiatan tersebut juga dinilai mampu membuka peluang kerja sama bisnis dan memperluas pasar bagi pelaku UMKM Kota Banda Aceh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU