ACEH - Bungong Jeumpa merupakan salah satu lagu daerah paling dikenal yang berasal dari Aceh. Dalam bahasa Aceh, bungong jeumpa berarti bunga cempaka, bunga yang sejak lama tumbuh subur dan lekat dengan kehidupan masyarakat Aceh. Keberadaannya bukan sekadar tanaman hias, tetapi telah menjadi simbol keindahan, kebanggaan, serta semangat Tanah Aceh sejak masa Kesultanan Aceh.
Lagu ini menggambarkan keelokan bunga cempaka kuning yang mekar, harum, dan memikat. Keindahan bunga tersebut kerap diibaratkan sebagai pesona alam Aceh yang memesona dan kaya akan nilai budaya. Dalam tradisi masyarakat, bunga jeumpa sering dijumpai di pekarangan rumah hingga lingkungan istana, menjadikannya bagian dari keseharian sekaligus identitas daerah.
Secara historis, Bungong Jeumpa diyakini memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Jeumpa yang telah ada sejak sekitar abad ke-7 Masehi. Popularitas bunga cempaka di lingkungan kerajaan membuatnya menjadi lambang keindahan dan kemuliaan. Seiring waktu, kisah tentang bunga ini kemudian diabadikan dalam bentuk syair dan lagu rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa lirik Bungong Jeumpa disadur atau dikembangkan oleh Ibrahim Abduh melalui Hikayat Radja Jeumpa. Syairnya mengisahkan bunga yang berguguran tertiup angin, sebuah kiasan tentang kecantikan, keharuman, dan kefanaan yang sarat makna filosofis. Pesan-pesan tersebut mencerminkan cara masyarakat Aceh memandang alam sebagai sumber pelajaran hidup.
Baca juga: Banda Aceh: Jejak Kota Tertua, Serambi Mekkah, dan Pusat Peradaban Islam
Dalam perkembangannya, Bungong Jeumpa kerap dijadikan pengiring tarian tradisional Aceh. Gerakan tangan dan tubuh penari menggambarkan bunga yang mekar dan bergoyang lembut, selaras dengan irama lagu yang sederhana dan mudah diingat. Karena nadanya yang ringan, lagu ini juga sering dinyanyikan dalam acara budaya, penyambutan tamu, hingga permainan anak-anak.
Lebih dari sekadar lagu daerah, Bungong Jeumpa menyimpan pesan moral tentang keindahan alam, kearifan lokal, serta rasa cinta terhadap tanah kelahiran. Lagu ini menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya Aceh tidak hanya tercermin dari sejarahnya, tetapi juga dari nilai-nilai yang hidup dalam seni dan tradisi masyarakatnya.
Lirik Bungong Jeumpa
Bungong jeumpa, bungong jeumpa
Meugah di Acèh
Bungong teuleubèh, teuleubèh Indah lagoina
Putéh, kunèng, meujampu mirah
Keumang siulah cidah that rupa
Lam sinar buleuën, lam sinar buleuën
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber