ACEH - Provinsi Aceh dikenal sebagai wilayah yang kaya akan keberagaman budaya dan etnis. Beragam suku mendiami kawasan pesisir, dataran tinggi, hingga kepulauan, mulai dari Suku Aceh, Gayo, Alas, Aneuk Jamee, Singkil, hingga Tamiang.
Di wilayah pedalaman dan kepulauan, terdapat pula suku Simeulue, Kluet, Haloban, dan Mante. Selain itu, kehadiran suku Jawa, Minangkabau, Batak, Melayu, hingga keturunan Arab, India, dan Tionghoa turut memperkaya warna budaya di Serambi Mekkah.
Keberagaman ini tercermin dalam bahasa yang digunakan masyarakat. Selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Aceh, setiap suku memiliki bahasa daerahnya masing-masing, menjadikan Aceh sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan linguistik yang tinggi di Indonesia.
Bahasa-bahasa daerah di Aceh merupakan bagian dari rumpun Austronesia, dengan sejarah panjang interaksi budaya lintas wilayah. Berdasarkan data tahun 2025, terdapat sedikitnya 13 bahasa daerah utama yang masih dituturkan oleh masyarakat di Aceh.
Bahasa Aceh menjadi bahasa dengan jumlah penutur terbanyak, terutama di wilayah pesisir seperti Banda Aceh, Pidie, hingga Aceh Barat. Menariknya, bahasa ini memiliki kemiripan fonetik dengan bahasa Cham di Vietnam dan Kamboja.
Namun, pada Juli 2025, Bahasa Aceh dikategorikan sebagai “terancam punah secara pasti” (definitely endangered) oleh BRIN, seiring menurunnya penggunaan di kalangan generasi muda.
Selain Bahasa Aceh, terdapat berbagai bahasa daerah lain yang berkembang sesuai dengan wilayah dan suku penuturnya:
Sementara itu, di wilayah kepulauan seperti Simeulue, terdapat keragaman bahasa yang unik dalam satu pulau:
Keragaman ini menunjukkan bahwa perbedaan geografis sangat memengaruhi perkembangan bahasa di setiap wilayah.
Baca juga: Festival Bahasa Ibu Aceh 2025 Resmi Ditutup, Illiza: “Bahasa Itu Identitas!”
Bagi pendatang atau wisatawan, memahami beberapa kosakata dasar Bahasa Aceh dapat membantu komunikasi sehari-hari:
Penggunaan sapaan sederhana ini dapat menciptakan interaksi yang lebih hangat dengan masyarakat lokal.
Bahasa daerah di Aceh juga kaya akan ungkapan bijak. Salah satu yang paling dikenal adalah:
“Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber