ACEH - Suasana nongkrong di Banda Aceh perlahan berubah. Jika dulu orang lebih sering memilih warung kopi di tepi jalan, kini sebagian mulai mencari tempat yang lebih terbuka. Duduk di rooftop, merasakan angin sore, dan melihat kota dari atas menjadi pengalaman yang banyak dicari, terutama menjelang malam.
Beberapa cafe di Banda Aceh menawarkan konsep tersebut. Masing-masing punya ciri khas, mulai dari yang santai hingga yang bernuansa lebih elegan.
LAVA Coffee & Eatery
LAVA Coffee & Eatery berada di lantai empat Handika Boutique, Banda Aceh. Area duduknya semi terbuka sehingga pengunjung masih merasakan angin luar tanpa terlalu panas. Menjelang magrib tempat ini biasanya mulai terisi. Ada yang datang hanya untuk minum kopi, ada pula yang memilih makan malam ringan sambil berbincang cukup lama. Tempat ini banyak dipilih anak muda karena suasananya santai dan tidak terlalu formal.
Abraj Rooftop Lounge
Abraj Rooftop Lounge menempati lantai enam Portola Grand Arabia Hotel di Jalan Prof. A. Majid Ibrahim II Nomor 3, Banda Aceh. Dari ketinggian ini pemandangan kota terlihat lebih luas, terutama saat lampu-lampu mulai menyala pada malam hari. Suasananya cenderung lebih tenang dan tertata sehingga kerap dipilih untuk makan malam ataupun pertemuan santai yang ingin suasana lebih rapi.
Baca juga: Spot Ngabuburit Ramai di Banda Aceh, Dari Masjid Hingga Pantai
Rooftop Cafe & Lounge Premiere
Rooftop Cafe & Lounge Premiere berada di lantai empat gedung Dermato Care Healthcare kawasan Batoh, Banda Aceh. Tempat ini dikenal lebih hidup, terutama saat akhir pekan ketika musik akustik mengiringi suasana malam. Banyak pengunjung datang berkelompok, baik teman kerja maupun komunitas, karena tempatnya terasa santai namun tetap nyaman untuk duduk cukup lama.
Black Rose Rooftop Cafe
Black Rose Rooftop Cafe terletak di rooftop Ratu Textile di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 50, Gampong Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Dari sini pengunjung dapat melihat langsung Masjid Raya Baiturrahman yang tampak menonjol saat senja hingga malam hari dengan cahaya lampunya. Konsep tempatnya hangat dengan pencahayaan redup sehingga terasa akrab untuk berbincang bersama teman atau keluarga, dan biasanya mulai ramai setelah magrib.
Setiap rooftop memiliki karakter berbeda. Ada yang cocok untuk menikmati senja, ada yang lebih pas untuk makan malam, dan ada pula yang ramai dengan hiburan musik.
Kehadiran cafe rooftop memberi alternatif baru bagi warga kota untuk menikmati Banda Aceh dari sudut pandang lain. Duduk sejenak di ketinggian sambil melihat langit berubah warna menjadi momen sederhana yang membuat banyak orang kembali datang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan