Jumat, 22 MEI 2026 • 00:11 WIB

Aceh Punya Hymne Resmi! Ini Lirik “Aceh Mulia” Beserta Fakta Menariknya

Author

Hymne “Aceh Mulia” menjadi simbol kebanggaan masyarakat Aceh yang sarat pesan persatuan, religius, dan semangat menjaga Tanah Rencong. (Dok : Wikipedia)
ACEH -
Aceh memiliki hymne resmi daerah bernama Aceh Mulia. Lagu ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Aceh sekaligus menggambarkan nilai religius, semangat persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Rencong.

Hymne tersebut diciptakan oleh seniman Aceh, Mahrisal Rubi, dan resmi ditetapkan melalui Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2018 tentang Himne Aceh. Kehadiran lagu ini menjadi bagian dari kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Menariknya, Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki hymne daerah resmi yang ditetapkan melalui qanun pemerintah daerah.

Lirik Lengkap Hymne Aceh “Aceh Mulia”

Bahasa Aceh

Bumoë Acèh nyoë keuneubah raja
Sigak meubila bansa
Mulia nanggroë, mulia dum syuhada,
Meutuwah bijèh Acèh mulia

Ë ya Tuhanku, rahmat beusampoë
Neubri Acèh nyoë beumulia
Rahmat neulimpah meutuwah asoë
Aréh keu kamoë beusijahtra
Acèh meusyeuhu, makmu ngön meugah
Sabé tajaga Acèh mulia

Peukateuën Aceh meulimpah bagoë
Beumeusaho meucèëdara
Beusapeuë pakat beusaboh nyoë meuneumat
Syari’at Islam keu hukôm bansa

Ë ya Tuhanku, rahmat beusampoë
Neubri Acèh nyoë beumulia
Rahmat neulimpah meutuwah asoë
Aréh keu kamoë beusijahtra
Acèh meusyeuhu, makmu ngön meugah
Sabé tajaga Acèh mulia

Acèh meusyeuhu, makmu ngön meugah
Sabé tajaga Acèh mulia

Baca juga: Jadwal dan Kuota SPMB 2026 di Banda Aceh Lengkap, Calon Mahasiswa Wajib Catat!

Makna yang Terkandung dalam Hymne Aceh

Syair dalam Aceh Mulia menggambarkan Aceh sebagai negeri yang diwariskan oleh para raja dan syuhada. Lagu ini juga memuat doa agar masyarakat Aceh senantiasa hidup damai, sejahtera, dan diberkahi.

Selain itu, terdapat pesan kuat mengenai persaudaraan, musyawarah, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, hymne ini bukan hanya sekadar lagu seremonial, melainkan juga simbol identitas budaya dan semangat kebersamaan rakyat Aceh.

Bagian lirik seperti “Acèh meusyeuhu, makmu ngön meugah” mencerminkan harapan agar Aceh menjadi daerah yang terkenal, makmur, dan bermartabat.

Sejarah Penetapan Hymne Aceh

Pengesahan Aceh Mulia dilakukan melalui Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2018 yang disetujui bersama oleh Pemerintah Aceh dan DPR Aceh. Aturan tersebut ditandatangani pada 28 November 2018.

Pembentukan hymne Aceh juga memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999, hingga Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang merupakan turunan dari MoU Helsinki.

Hymne ini pertama kali dinyanyikan secara resmi pada pelantikan anggota DPR Aceh periode 2019–2024 di Banda Aceh.

Kapan Hymne Aceh Biasanya Dinyanyikan?

Lagu Aceh Mulia biasanya diperdengarkan dalam berbagai kegiatan resmi, terutama setelah lagu Indonesia Raya dan Shalawat Badar.

Beberapa momen penggunaan hymne ini antara lain upacara pemerintahan, pelantikan pejabat, hari besar Aceh, acara budaya dan pendidikan hingga kegiatan resmi tingkat provinsi.

Bagi masyarakat Aceh, hymne ini menjadi lambang kehormatan daerah sekaligus pengingat akan sejarah, perjuangan, dan nilai religius yang melekat kuat dalam kehidupan rakyat Aceh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU