Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 11 JULI 2025 • 19:40 WIB

Aceh Dorong Arun Jadi Pusat CCS Nasional, PGE & Pupuk Indonesia Teken MoU

Aceh Dorong Arun Jadi Pusat CCS Nasional, PGE & Pupuk Indonesia Teken MoUGubernur Aceh Muzakir Manaf, memberikan sambuta pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT. Pema Global Energi dan PT. Pupuk Indonesia (Persero), mengenai Potensi Pengembangan CCS dan/atau CCUS di Lapangan Arun, Wilayah Kerja B, Aceh, di The Westin Jakarta (Dok : Humas Aceh)
ACEH -
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Pema Global Energi dan PT Pupuk Indonesia (Persero). MoU tersebut mengenai Potensi Pengembangan CCS dan/atau CCUS di Lapangan Arun, Wilayah Kerja B, Aceh. Acara tersebut digelar di The Westin Jakarta pada Kamis (10/07/2025).

Penandatanganan MoU ini merupakan bentuk realisasi awal komitmen bersama atas upaya dikarbonisasi dan pengurangan emisi karbon di Indonesia.

Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem ini mengatakan, Pemerintah Aceh menyambut baik penandatanganan MoU tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem mengatakan bahwa itu sebagai langkah nyata menuju transisi energi dan pengurangan emisi karbon di sektor industri yang sejalan dengan visi Aceh.

Teknologi Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon yang diusung dalam kerja sama ini, sejalan dengan visi Aceh menuju ekonomi hijau dan rendah emisi.”

Mualem berkata bahwa wilayah Arun, yang pernah menjadi pusat energi nasional kini didorong kembali menjadi pusat teknologi penyimpanan karbon. Terlebih lagi infrastruktur sudah memadai.

Baca juga:  Jalur Maut Geurutee: Mualem Minta Dukungan Pemerintah Pusat Bangun Terowongan

Dengan infrastruktur yang sudah ada, kami yakin proyek ini dapat menjadi contoh nasional dalam pengurangan emisi industri pupuk dan minyak bumi,” katanya.

Besar harapan Mualem dengan adanya kerja sama ini bisa banyak lowongan kerja bagi masyarakat, meningkatkan investasi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor penunjang. Tak lupa ia mengingatkan bahwa semua aspek harus mengikuti aturan.

Namun, kami menekankan bahwa seluruh kegiatan harus mengikuti aturan teknis dan keselamatan, serta berada di bawah pengawasan BPMΑ (Badan Pengelola Migas Aceh),” kata Gubernur.

Untuk mencapai keberhasilan, harus patuh terhadap aturan, data yang transparan dan tata kelola yang baik. Ia juga berharap BPMA dapat memperkuat peran koordinatif antara pusat dan daerah agar strategi program ini berjalan selaras.

Kami mendukung penuh kerja sama ini dan berharap langkah ini menjadi pijakan menuju masa depan Aceh yang kompetitif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas.acehprov.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Aceh Dorong Arun Jadi Pusat CCS Nasional, PGE & Pupuk Indonesia Teken MoU

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!