ACEH - Aliansi Mahasiswa Peduli Petani melakukan aksi damai dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2025 pada Rabu (24/9/2025). Aksi berlangsung di Tugu Simpang Pelor, depan Kantor DPRK Aceh Barat, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin/932/IX/PAM.3.2./2025, pengamanan melibatkan personel Polres Aceh Barat dengan apel kesiapan yang dipimpin oleh Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kabag Ops Kompol Putranta Martius Ketaren, S.H.
Sebanyak 14 orang massa tiba di lokasi sekitar pukul 15.20 WIB. Aksi tersebut dipimpin oleh korlap Malik Aulia Rahman, mahasiswa asal Desa Suak Sigadeng, Kecamatan Johan Pahlawan. Tujuan aksi ini adalah menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya penyelesaian konflik agraria, pelaksanaan reforma agraria sejati sesuai TAP MPR IX/2001, penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mengorbankan lahan petani, pencabutan UU Cipta Kerja, serta pengesahan RUU Perlindungan Masyarakat Adat.
Baca juga: Kapolres Aceh Timur Pimpin Pengamanan Aksi Damai di Indra Makmur
Dalam orasinya, para mahasiswa menegaskan bahwa momentum Hari Tani Nasional harus menjadi pengingat bagi bangsa bahwa Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 hingga kini belum terimplementasi dengan baik. Mereka juga mengkritisi keterlibatan militer dalam program ketahanan pangan yang dinilai semakin memperburuk kondisi petani.
Ketua Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMuR), Syarif Ramadhana, turut menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa akan terus berlanjut demi membela hak-hak petani sebagai pahlawan pangan bangsa. “Petani jangan lagi diperlakukan sebagai korban kebijakan yang tidak adil. Kami mahasiswa akan terus bersama mereka,” ujarnya.
Aksi berlangsung kondusif dan berakhir pada pukul 16.30 WIB. Personel Polres Aceh Barat memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kabag Ops Kompol Putranta Martius Ketaren, S.H., menyampaikan apresiasi atas aksi damai tersebut. Ia juga mengimbau agar mahasiswa tetap menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasi, serta mengedepankan dialog sebagai solusi terbaik.
“Polri akan selalu hadir mendampingi masyarakat, termasuk mahasiswa dan petani, tidak hanya untuk menjaga keamanan tetapi juga membangun ruang dialog yang sehat. Kami ingin memastikan setiap aspirasi bisa tersampaikan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban. Mari kita jaga bersama Aceh Barat sebagai rumah kita, tempat yang aman, damai, dan penuh harapan bagi masa depan generasi mendatang,” pungkas Kompol Putranta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TBNews Aceh Barat