ACEH - Kabar duka datang dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Aceh Besar. Bayi gajah bernama Panton yang selama ini dirawat di sana, dikabarkan tutup usia setelah 1 tahun 1 bulan menjalani perawatan intensif.
Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @bksda_aceh pada Senin (13/10/2025).
Selama menjalani perawatan, bayi gajah jantan tersebut sempat menunjukkan perkembangan positif. Ia dirawat secara intensif oleh tim medis dan para mahout (pawang gajah) yang memastikan kebutuhan pakan serta suplemennya selalu terpenuhi.
Namun, dalam satu bulan terakhir, kondisi kesehatannya mulai menurun. Terjadi pembengkakan di area wajah dan mulut yang membuatnya kesulitan makan dan minum, hingga akhirnya menurunkan nafsu makannya.
Panton menghembuskan napas terakhir pada Sabtu pagi (11/10/2025) pukul 10.05 WIB.
Kabar kematian Panton sontak mengejutkan publik, khususnya para pecinta gajah. Kondisi terakhirnya sempat diketahui melalui unggahan akun TikTok @marahet78, mahout yang merawat Panton. Sejak awal Oktober, publik mulai bertanya-tanya karena pihak PLG belum memperbarui informasi apa pun mengenai kondisinya.
Baca juga: Sophie’s Sunset Library Rayakan Hari Gajah Sedunia dengan Cara Unik
Dalam unggahannya, BKSDA Aceh menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam memberikan kabar duka tersebut. Pihak PLG Saree disebut masih berfokus pada penanganan kematian Panton sesuai prosedur medis dan etika konservasi, sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk bayi gajah kesayangan itu.
BKSDA juga menyebutkan bahwa tim medis telah melakukan nekropsi dan pengambilan sampel organ guna mengetahui penyebab pasti kematian Panton melalui pemeriksaan laboratorium.
Nama Panton diambil dari lokasi tempat ia ditemukan — Desa Panton, Kabupaten Aceh Utara. Ia dievakuasi setelah mengalami tragedi terseret arus sungai, yang membuatnya terpisah dari induk dan kawanannya. Saat ditemukan, usianya diperkirakan baru tiga bulan — usia yang masih sangat bergantung pada perhatian induknya.
Setelah diselamatkan, Panton dibawa ke PLG Saree, Aceh Besar, untuk mendapatkan perawatan intensif. Perjuangannya untuk bertahan hidup menyentuh hati banyak orang dan menjadikannya simbol harapan dalam upaya pelestarian gajah Sumatera.
Tak hanya itu, Panton juga sering menerima hadiah dan dukungan dari para pecinta satwa melalui media sosial. Kepopulerannya membuatnya dikenal secara nasional dan bahkan masuk nominasi dalam ajang Most Famous Gajah Indonesia yang digelar oleh komunitas pecinta gajah. Dalam ajang tersebut, Panton berhasil meraih posisi juara dua, sebuah pencapaian luar biasa bagi seekor bayi gajah yang lahir dari kisah tragis.
Kini, meski Panton telah pergi, kisahnya tetap hidup di hati banyak orang. Ia bukan sekadar bayi gajah — ia adalah simbol keteguhan, kasih, dan ikatan antara manusia dan alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@bksda_aceh