Tangis seorang istri di Aceh Singkil jadi viral usai diusir suaminya yang baru saja diangkat menjadi PPPK. (Dok : TikTok/@nurjanaharimbi)
ACEH - Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan bersama dua anak kecilnya diusir dari rumah setelah sang suami diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Peristiwa yang diduga terjadi di Kabupaten Aceh Singkil itu langsung menuai gelombang simpati dan amarah dari warganet.
Dalam video yang tersebar luas di berbagai platform, terlihat suasana haru di depan rumah sederhana. Seorang wanita tampak menangis tersedu-sedu, sementara beberapa ibu-ibu di sekitar lokasi mencoba menenangkannya.
“Tanpa dia kau hidup,” ucap salah satu ibu menasihati dengan lembut, sembari memeluk wanita tersebut yang terus menangis.
Tak jauh dari situ, dua anak kecil yang diduga anak dari pasangan tersebut tampak kebingungan melihat barang-barang mereka diangkut ke mobil.
Baca juga: Viral Penebangan Pohon di Banda Aceh, Ketua DPRK: Ini Bukan Masalah Sepele
Warga sekitar terlihat membantu mengemasi pakaian dan perlengkapan rumah tangga, sementara beberapa ibu lain menenangkan anak-anak itu agar tidak ketakutan.
Video berdurasi sekitar dua menit itu sontak menjadi viral. Banyak warganet menuliskan komentar yang menunjukkan kemarahan dan rasa iba.
Banyak yang memuji kekompakan para ibu yang membela sang istri, namun sebagian besar mengecam tindakan sang suami.
"Respect buat para tetangga yang begitu peduli," tulis salah satu warganet.
“Ditemani berjuang, malah tega ngusir istri dan anak,” ujar lainnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai identitas sang suami maupun di mana ia bertugas sebagai PPPK. Namun sejumlah netizen mendesak agar pihak berwenang, terutama instansi tempatnya bekerja, menindaklanjuti kasus tersebut.
“Kalau benar suaminya aparatur negara, seharusnya jadi contoh, bukan malah berbuat semena-mena,” tulis warganet lain.
Kasus ini menjadi perbincangan hangat di Aceh dan media sosial nasional. Banyak yang menilai bahwa jabatan dan status sosial seharusnya tidak membuat seseorang lupa diri dan melupakan keluarga yang dulu berjuang bersama di masa sulit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TikTok/@nurjanaharimbi