Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyerahkan kunci rumah layak huni kepada penerima manfaat program bantuan rumah tahun 2025 di Pendopo Wali Kota Banda Aceh. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh menuntaskan program pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu yang menjadi penerima manfaat bantuan rumah tahun 2025. Program tersebut ditandai dengan penyerahan kunci rumah kepada 11 penerima manfaat oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).
Penyerahan tersebut sekaligus melengkapi realisasi pembangunan sebanyak 30 unit rumah layak huni yang dibiayai melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, berharap bantuan rumah tersebut dapat memberikan kehidupan yang lebih nyaman dan aman bagi para penerima manfaat beserta keluarganya.
“Alhamdulillah kami serahkan rumah yang sudah selesai dibangun. Kami juga telah melihat kondisi rumah lama yang sangat tidak layak. Insyaallah bisa hidup lebih tenang, menjadi tempat ibadah, mencari rezeki dan tempat berkumpul bersama keluarga,” harap Illiza.
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Yusuf Al Qardhawy, menjelaskan bahwa seluruh program bantuan rumah layak huni dan rehabilitasi rumah telah selesai dilaksanakan. Selain membangun 30 unit rumah baru, pihaknya juga merehabilitasi 27 rumah milik warga yang membutuhkan.
“Rumah-rumah ini sebenarnya sudah selesai dibangun sejak beberapa waktu lalu. Namun karena padatnya agenda wali kota, penyerahan secara langsung baru dapat dilaksanakan hari ini sehingga seluruh penerima manfaat dapat segera menempati rumah mereka,” ujarnya.
Yusuf mengungkapkan, mayoritas penerima bantuan sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan dan tidak memenuhi standar kelayakan hunian. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan dan kesehatan penghuni.
Menurutnya, momen penyerahan rumah sering kali berlangsung penuh haru karena banyak penerima manfaat yang tidak mampu menahan rasa syukur atas bantuan yang diterima.
Baca juga: Pemko Banda Aceh Bantu Dhuafa Lewat Rumah Layak Huni dan Santunan
“Ketika rumah diserahkan, rata-rata penerima menangis haru. Mereka merasa terbantu karena selama proses pengajuan hingga menerima rumah tidak dipungut biaya sedikit pun. Program ini murni gratis dan tidak membutuhkan orang di dalamnya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Yusuf juga mengajak para muzaki, pelaku usaha, serta berbagai lembaga yang beroperasi di Banda Aceh untuk menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai lembaga resmi pengelola zakat.
Ia menilai semakin besar dana zakat yang terhimpun, maka semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat, termasuk melalui program pembangunan rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu.
“Semakin banyak zakat yang disalurkan melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh, semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu dan semakin banyak rumah layak huni yang dapat kita bangun untuk warga yang membutuhkan,” tutupnya.
Program bantuan rumah layak huni tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang secara langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah Kota Banda Aceh berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang memperoleh hunian yang aman, sehat, dan layak untuk ditempati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh