Rabu, 09 JULI 2025 • 16:31 WIB

Empat Pejabat Eselon II Pemko Banda Aceh Resmi Dilantik Wali Kota Illiza

Author

Wali Kota Banda Aceh Melatik 4 orang pejabat Eselon II di pendopo. (Dok : prokopim.bandaacehkota.go.id)

ACEH -  Sebanyak empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemko Banda Aceh dilantik oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal. Pelantikan dilaksanakan pada Selasa (08/07/2025) di pendopo.

Dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut, turut hadir pula Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, duo Wakil Ketua DPRK Musriadi Aswad dan Daniel Abdul Wahab, Pj Sekda Jalaluddin serta para kepala OPD.

Keempat pejabat eselon dua tersebut, yakni Alriandi Adiwinata, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota; Fahmi, Kepala Dinas Tenaga Kerja; Sukmawati, Kepala Dinas Sosial; dan M Rizal, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah.

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Banda Aceh nomor 800.1.3.1/830/2025 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Wali Kota Illiza menyampaikan amanat agar membangun suasana kerja yang sehat, produktif, dan adaptif terhadap perubahan zaman sehingga kualitas pelayanan publik semakin baik. “Jadikan pelayanan publik yang berkualitas sebagai orientasi utama setiap kebijakan dan program kerja.”

Illiza menyampaikan benerapa arahan dan harapan kepada para pejabat yang baru dilantik. Kepada Kepala BPKK, ia mengingatkan tantangan terbesar ke depan adalah meningkatkan pendapatan asli daerah. “Kita tidak bisa terus bergantung pada dana transfer pusat.”

“Saudara harus mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan pendapatan, melakukan pemutakhiran data objek pajak dan retribusi secara menyeluruh, serta memperkuat sistem pengawasan aset daerah,” ujarnya.

Wali kota juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam layanan keuangan. Untuk itu ia berharap pejabat terkait dapat membangun sistem yang mempermudah masyarakat. “Bangunlah sistem yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya lagi.

Baca juga:  Pertanggungjawaban APBK Banda Aceh 2024 Disahkan, Siap Dievaluasi Gubernur

Kepada kepala dinas tenaga kerja, ia mewanti-wanti tingkat kemiskinan merupakan persoalan nyata. Untuk itu harus ada persiapan tenaga kerja agar lebih kompeten. “Kita memerlukan terobosan dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang lebih kompeten dan siap bersaing.”

Salah satu program prioritas yang harus segera ditindaklanjuti adalah Banda Aceh Academy yang merupakan sebuah platform pelatihan dan inkubasi digital yang menjadi ruang bagi generasi muda dan pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan dan akses ke dunia kerja. Dalam arahannya, Illiza menjadikan program Banda Aceh academy menjadi prioritas. 

Saya minta saudara menjadikan program ini sebagai prioritas utama dan mengorkestrasi kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaannya,” kata Illiza.

Sementara Kasatpol PP/WH Banda Aceh diminta agar segera melakukan pengaturan ulang pola kerja dalam rangka mewujudkan kenyamanan dan kenyamanan kota sebagai wajah pemerintah.

Masyarakat masih menyampaikan berbagai keluhan terkait pelanggaran qanun, ketidaknyamanan di ruang publik, dan belum maksimalnya penegakan syariat Islam,” ujarnya.

Ia meminta agar adanya pembenahan untuk pelayanan di masyarakat.

Lakukan pembenahan dengan pendekatan yang humanis namun tegas. Jadikan Satpol PP dan WH sebagai simbol ketegasan yang santun, serta pelayanan yang solutif di lapangan.

Terakhir, kepada kepala dinas sosial, Illiza menitipkan persoalan sosial yang sangat kompleks dan memerlukan penanganan yang tidak biasa, mulai dari kemiskinan, lansia terlantar, penyandang disabilitas, anak jalanan, hingga maraknya pengemis musiman.

Wali Kota Banda Aceh menyampaikan arahan kepada para pejabat yang baru dilantik. (Dok : prokopim.bandaacehkota.go.id)

Ia menginginkan dampak nyata bukan hanya program-program sosial hanya bersifat seremonial atau berbasis angka semata. “Harus ada dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pastikan data penerima bantuan sosial akurat dan diperbarui secara berkala, serta libatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun jaring pengaman sosial yang benar-benar berfungsi,” ucap Illiza.

Di akhir pidatonya, Illiza mengatakan pelantikan ini harus dimaknai sebagai titik awal dari pengabdian baru. “Saya ingin setiap pejabat tidak hanya menjadi administrator, tetapi menjadi pemimpin yang visioner, mampu menggerakkan tim kerja, membangun semangat, dan menghasilkan terobosan-terobosan yang berdampak.”

Ia menegaskan bahwa jabatan adalah amanah dengan tanggung jawab yang besar.

Tunjukkan bahwa jabatan bukanlah hadiah, melainkan amanah dan ujian,” demikian tutup Illiza Sa'aduddin Djamal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Prokopim.bandaacehkota.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU