Rabu, 16 JULI 2025 • 15:27 WIB

Air Bersih Bukan Sekadar Bisnis: Aceh Besar Dukung Inovasi PDAM demi Layanan Lebih Baik

Author

Rapat Diseminasi Kebijakan BUMD Air Minum se-Aceh berlangsung intens. Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh memimpin diskusi strategi penguatan PDAM, diikuti oleh perwakilan kabupaten/kota se-Aceh. (Dok : MC Aceh Besar)

ACEH - Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Besar, Darwan Asrizal, S.E., M.T,  menghadiri Rapat Diseminasi Kebijakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum yang digelar di Ruang Potensi Daerah I, Lantai III, Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh pada Rabu (16/07/2025).

Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Zaini Zubir, S.Sos., M.Si., memimpin rapat tersebut dan diikuti oleh para direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) se-Aceh serta kepala bagian perekonomian dari berbagai kabupaten/kota. Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi dan diskusi strategi terkait tata kelola air minum di daerah.

Darwan Asrizal menyatakan bahwa pelayanan publik terkait air bersih merupakan hal krusial, jadi pemerintah kabupaten Aceh Besar mendukung penuh penguatan kelembagaan dan manajemen PDAM demi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca juga: Warga Aceh Besar Krisis Air Bersih, Kinerja PDAM Dipertanyakan

Kami di Aceh Besar menyadari bahwa air bersih adalah prioritas utama dalam pelayanan publik. Oleh karena itu, setiap kebijakan daerah selalu mempertimbangkan keinginan dan keterjangkauan akses air bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap PDAM terus berubah yang ke arah yang lebih baik dalam hal peningkatan kapasitas PDAM, baik dari sisi manajerial, teknis, maupun pelayanan. “PDAM harus terus berinovasi dan membangun sistem yang lebih efisien dan tangguh, terutama dalam menghadapi tantangan lingkungan dan keterbatasan sumber daya udara,” tambahnya.

Sementara itu, Zaini Zubir menegaskan bahwa PDAM memiliki misi sosial yang lebih penting daripada bisnis. 

PDAM bukan perusahaan biasa. Ia adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam memastikan terpenuhinya hak dasar masyarakat atas air bersih,” tegasnya.

Para direktur PDAM dan kepala bagian perekonomian dari berbagai daerah di Aceh menyimak dan merumuskan kebijakan bersama. (Dok : MC Aceh Besar)

Ia juga menyinggung tentang kebijakan tarif air minum. “Kita tidak bisa gegabah dalam menetapkan tarif. Kenaikan harga udara bisa berdampak pada inflasi daerah. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus melalui kajian komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” jelas Zaini.

Lebih lanjut, ia menyoroti tentang kebutuhan masyarakat akan air bersih yang terus meningkat akibat perubahan iklim dan urbanisasi. “Di tengah perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk yang cepat, air bersih menjadi semakin langka dan mahal. Oleh karena itu, PDAM tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat,” tandasnya.

Forum tersebut juga mengevaluasi kinerja PDAM, distribusi air bersih di wilayah terpencil, serta strategi penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel. 

Sehingga masing-masing daerah dapat menyampaikan kendala dan usulan perbaikan guna mewujudkan sistem penyediaan air minum yang adil dan berkelanjutan.

Rapat ini diharapkan rapat menyatukan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam pengelolaan sektor air minum, serta mendorong peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat di seluruh Aceh.

Direktur PDAM Tirta Montala, Ir. Sulaiman, M.Si mengatakan bahwa forum tersebut menjadi ruang penting untuk menyatukan persepsi serta menyusun strategi bersama antar-BUMD dalam menjawab tantangan di sektor air minum. “Kita tidak hanya ingin memperluas cakupan layanan, tetapi juga menjamin kualitas udara dan sistem kelangsungan hidup. Hal ini hanya bisa dilakukan jika kita terus berkoordinasi dan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” kata Sulaiman.

Dalam kesempatan tersebut, Sulaiman berkata bahwa untuk Aceh Besar, PDAM Tirta Montala terus berbenah dan melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan perlindungan layanan serta menjamin kelangsungan operasional perusahaan. “Kami berkomitmen menjaga kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Aceh Besar. Tantangannya tentu banyak, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga efisiensi jaringan

Sulaiman juga berharap adanya dukungan pemerintah kabupaten Aceh Besar berupa kebijakan yang berpihak pada penguatan kelembagaan PDAM, termasuk dari sisi pendanaan, pengembangan SDM, serta infrastruktur penyediaan air minum. 

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami akan terus bergerak, memperkuat kapasitas internal, dan menjawab kebutuhan masyarakat secara profesional,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Acehbesarkab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU